Sakit Hati, Gasak Harta Majikan

Tersangka Anik saat diperiksa oleh penyidik untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

KEPANJEN – Pepatah pagar makan tanaman pantas disematkan kepada Anik Kusumawardi, 47 tahun, warga Desa Patokpicis, Kecamatan Wajak. Wanita yang bekerja sebagai pembatu rumah tangga (PRT) ini, tega mencuri uang majikannya sendiri, bernama Roedi Janto, 47 tahun, warga Desa Kalisogo, Kecamatan Dau.
Akibatnya, sejak awal pekan kemarin, dia harus mendekam di balik jeruji sel Mapolres Malang, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya tersebut.
 “Sebenarnya, kasus ini limpahan dari Polsek Dau. Lantaran tersangkanya adalah wanita, sehingga harus dititipkan di sini,” ujar Kanit Idik IV Iptu Sutiyo SH M.Hum kepada Malang Post, kemarin.
Dijelaskannya, tersangka baru bekerja sebagai PRT tersebut selama 15 hari. Kejadian itu terjadi pada bulan puasa lalu. Tersangka mencuri uang Rp 1 juta milik majikannya yang disimpan di dalam kamar.
“Pencurian ini, dilakukan oleh tersangka berulang kali. Selain uang, tersangka juga mengambil perhiasan milik majikannya. Total kerugian lebih dari Rp 10 juta,” kata Perwira Pertama (Pama) dengan dua balok di pundaknya ini.
Perhiasan miliknya hilang sejak tersangka bekerja di rumahnya. Hal itu membuat korban curiga. Apalagi saat kejadian pencurian yang terakhir kalinya, tersangka meninggalkan sepucuk surat yang berisi pengakuannya. Dia mengakui bahwa dia yang mencuri. Dalam surat itu, juga bertuliskan sakit hati dan menantang korban.
“Dalam surat itu, tersangka menantang korban untuk melaporkannya ke kepolisian,” imbuh Tiyo.
Setelah itu korban pulang ke tempat asalnya. Setelah melihat surat itu, korban tentunya tersinggung dan melaporkannya ke Polsek Dau. Petugas pun menangkap tersangka di rumahnya. Dihadapan penyidik yang memeriksanya, tersangka nekat melakukan hal itu lantaran tersinggung dengan majikan.
“Saya selalu dibanding-bandiingkan dengan pembantu lainnya yang ada di situ. Saayapun tersinggung, lantaran saya punya hati,” cetusnya. Sehingga, dia nekat melakukan pencurian tersebut. Namun, dia mengaku hanya satu kali mencuri.
“Saya Cuma mengambil uang Rp 1 juta untuk biaya pulang. Tidak benar bila katanya saya mencuri perhiasan dan uang senilai hingga Rp 10 juta,” kilahnya. (big/aim)