Tak Libatkan Labfor, Diputuskan Korsleting

Musibah kebakaran menjadi berkah bagi warga, mereka mengumpulkan besi bekas kebakaran Toko Bangunan Sinar Agung Lawang untuk dijual, kemarin.

Kebakaran Hebat di Lawang
LAWANG–Tanpa campur tangan Labfor Mabes Polri Cabang Surabaya, Satreskrim Polres Malang memastikan penyebab kebakaran hebat di Lawang akibat korsleting. Lokasi kebakaran di Toko Bangunan Sinar Agung Jalan Dr Soetomo Nomor 66 Lawang juga tidak diberi police line, kemarin. Akibatnya, warga memanfaatkan musibah itu dengan memungut besi bekas kebakaran.
“Kalau toko bangunan tersebut diasuransikan, maka kami berkewajiban meminta bantuan tim Labfor untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut. Hal itu untuk menegaskan penyebab terjadi kebakaran,” ujar Kasatreskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat kepada Malang Post, kemarin.
Terlebih dia sudah tahu penyebab kebakarannya Yakni terjadinya hubungan arus pendek yang menyambar langsung tumpukan kaleng tinner di dekatnya. Disinggung mengenai dugaan adanya tabung las, hingga saat ini pihaknya belum menemukan indikasi tersebut.
“Jadi, tim identifikasi yang masuk menyimpulkan penyebab kebakaran adalah arus pendek,” imbuh pria berkacamata ini.
Masih kata Wahyu, pemilik took, Hari Urip sudah merelakan kebakaran ini sebagai musibah. Selain itu, dia juga telah menyatakan kepada kepolisian, tidak perlu melanjutkan proses penyelidikan kebakaran ini. Lantaran ini murni musibah yang dialami dan tidak ada unsur kesengajaan maupun kejahatan.
“Untuk itu, kami memutuskan tidak perlu meminta bantuan tim identifikasi dari Labfor untuk menyelidiki kasus kebakaran tersebut,” kata Perwira Pertama (Pama) dengan tiga balok di pundaknya ini.
Pasca kebakaran kemarin, banyak masyarakat yang memadati lokasi kejadian. Tujuannya, untuk mengais rejeki dengan mengumpulkan besi-besi yang hangus terbakar untuk dijual kembali. Salah satunya adalah Santoso, yang turut memunguti besi-besi hangus tersebut. Menurutnya, dia mengais sisa besi tersebut mulai pukul 07.00 WIB.
“Besi yang saya kumpulkan ini, akan dijual kiloan. Sudah ada pengepul besi tua yang mau menampung besi ini,” ujarnya.
Menurutnya, pengambilan besi bekas terbakarnya toko bangunan itu, sudah atas seizin pemilik toko.Sedangkan harga jual besi itu katanya, tergantung dari kualitas besi tersebut
“Kalau kualitasnya baik, bisa ampai Rp 5 ribu per kilogram. Kalau biasanya, dijual maksimal Rp 3 ribu per kilogram,” tuturnya.(big/ary)