Berbuat Asusila,Jadi Sansak Hidup

Tersangka Hendri Noviandani kondisinya babak belur dihajar massa.
 
MALANG – Jika polisi tidak segera datang, mungkin Hendri Noviandono, 36 tahun, sudah tewas dibakar massa. Warga Dusun Garotan, Desa Beringin, Kecamatan Wajak ini, dihakimi puluhan warga Dusun Umbulan, Desa Pamotan, Kecamatan Wajak. Ia menjadi sansak hidup warga, karena berbuat asusila di muka umum.
Untungnya, saat massa semakin banyak, Polsek Dampit yang mendapat laporan segera datang ke lokasi, untuk mengamankan tersangka. Massa yang terlanjur emosi, hanya membakar sepeda motor Suzuki Satria milik tersangka. Kemudian setelah kondisinya babak belur, tersangka dan barang buktinya diamankan ke Polsek Dampit.
Namun karena kasusnya masuk asusila, tersangka langsung dilimpahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Malang. Hingga malam kemarin, Hendri masih menjalani pemeriksaan.
“Tersangka ini kami jerat dengan pasal 82 jonto 76 e Undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak, dan pasal 281 KUHP tentang mempertontonkan alat vital di muka umum. Ancaman hukumannya lima tahun kurungan penjara,” ungkap Kasatreskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat.
Peristiwa amuk massa ini, kemarin terjadi sekitar pukul 11.30. Siang itu, tersangka berpura-pura mencari rumput di sekitar Dusun Umbulan, Desa Pamotan, Kecamatan Dampit. Ketika anak sekolah dasar (SD) pulang sekolah, tersangka lalu menghadang di pinggir jalan. Selanjutnya tersangka yang diketahui mengalami kelainan seks ini, mengeluarkan (maaf) alat vitalnya untuk dipertontonkan pada anak-anak SD, sembari mempermainkannya.
Melihat ulah tersangka tersebut, empat dari lima anak SD tersebut langsung berlari. Sedangkan seorang korban lagi, ditarik oleh tersangka. Namun karena berontak dan berteriak, tersangka langsung melepaskannya.
Setelah berhasil kabur, kelima anak ini lantas mengadukan kepada warga sekitar. Mendengar cerita kelima anak SD ini, warga yang tersulut emosi bersama-sama mencari keberadaan tersangka. Begitu diketahui, warga langsung menangkap dan menghakiminya ramai-ramai. Untuk meluapkan amarahnya, warga juga membakar motor milik tersangka.
“Saya khilaf pak. Selama ini saya memang mengalami kelainan seks. Ketika melihat perempuan cantik, saya langsung terbawa nafsu,” tutur tersangka Hendri.(agp/nug)