Xenia Hancur, Kapolsek Wonosari dan Istri Meninggal Dunia

MALANG – Polres Malang sedang berkabung. Kapolsek Wonosari AKP Affan Junaedi, meninggal dunia, kemarin siang. Perwira pertama (Pama) ini, mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Raya Kuncoro, Desa Ngebruk, Kecamatan Sumberpucung. Mobil Xenia nopol N 562 DC yang dikemudikannya menabrak pohon di pinggir jalan.
Selain Affan, kecelakaan tersebut juga merenggut nyawa Tatik Hidayah, istrinya. Ibu tiga anak kelahiran 1965 ini, meregang nyawa saat dalam perjalanan ke RSUD Kanjuruhan Kepanjen. Ia mengalami luka dalam dan pendarahan kepala. Sementara Affan, menghembuskan nafas terakhir pukul 13.05 setelah sempat mendapat perawatan sekitar satu jam.
“Pak Affan, meninggal dunia pukul 13.05. Ia mengalami patah tulang rusuk serta pendarahan dalam. Petugas medis sudah berusaha menyelamatkannya, namun nyawanya tidak tertolong,” ujar Waka Polres Malang, Kompol Arief Mukti Surya.
Peristiwa kecelakaan, terjadi siang sekitar pukul 11.45. Saat itu Affan bersama istrinya baru selesai dari kegiatan olahraga tenis di Karangkates, Sumberpucung. Mereka berdua berniat pulang ke rumahnya di Jalan Podari, Dusun Mentaraman, Desa Ngebruk, Kecamatan Sumberpucung.
Saat dalam perjalanan pulang dari arah barat ke timur, tiba-tiba mobil Xenia warna putih yang dikemudikan Affan, berjalan oleng. Selanjutnya mobil menabrak sebuah becak yang di parkir pinggir jalan, karena ditinggal pemiliknya mencari rumput.
Usai menabrak becak, mobil masih tetap terus melaju kencang. Affan sama sekali tidak bisa mengendalikan mobilnya. Akibatnya mobil itu pun langsung menabrak pohon besar di pinggir jalan. Saking kerasnya benturan, bagian depan mobil sampai ringsek ke dalam.
Affan dan istrinya yang tidak bisa menghindari kecelakaan tersebut, langsung tak sadarkan diri akibat luka di kepala dan tubuhnya. Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu, langsung menolong kedua korban yang terlihat masih hidup. Sebagian warga lainnya, melaporkan kejadian itu ke petugas Polsek Sumberpucung dan Pos Laka Lantas Sumberpucung.
Selanjutnya, kedua korban dilarikan ke RSUD Kanjuruhan Kepanjen. Namun Tuhan berkata lain. Tatik Hidayah, istrinya menghembuskan nafas terakhir dalam perjalanan. Sedangkan Affan, meninggal setelah menjalani perawatan. Setelah meninggal dunia, jenazah suami istri ini lantas dimintakan visum luar di RSSA Malang.
“Kami masih belum mengetahui penyebab kecelakaannya. Anggota Laka Lantas masih melakukan penyelidikan dengan melakukan olah TKP dan meminta keterangan saksi-saksi di sekitar lokasi kejadian. Dari keterangan saksi awal, bahwa sebelum menabrak mobil sempat oleng,” terang Arief.
Apakah karena human error, seperti kecapekan ? Mantan Waka Polres Lamongan ini, mengatakan bahwa dugaan tersebut masih didalaminya.
“Jika memang korban baru saja berolahraga, bisa jadi kecapekan. Tetapi kami tetap masih melakukan penyelidikan terlebih dahulu,” sambungnya.
Untuk pengganti Affan sebagai Kapolsek Wonosari, Arief masih belum membicarakannya. Karena saat ini masih fokus untuk pemakaman kedua korban yang rencana dilakukan Senin pagi ini. Namun ia mengatakan bahwa, akan ada perwira yang mengisi kekosongan.
“Untuk penggantinya, Kapolres nanti yang menentukan,” paparnya.
Sementara itu, kabar kematian AKP Affan Junaedi, cukup dirasakan semua perwira dan anggota Polres Malang. Pasalnya, Affan adalah sosok perwira yang baik dan pandai bergaul dengan anggota. Bahkan track record Affan selama menjadi polisi sangat baik. “Almarhum ini sangat baik. Kami semuanya merasa kehilangan atas kepergiannya,” tutur Kapolsek Pakisaji AKP Amung Sri Wulandari, yang juga diamini oleh perwira lainnya.
Saat jenazah Affan sebelum dibawa ke RSSA Malang untuk visum luar, beberapa perwira di jajaran Polres Malang datang untuk bela sungkawa. Termasuk dua dari tiga anak almarhum, yang kemarin datang ke UGD RSUD Kanjuruhan Kepanjen, merasa sangat terpukul dan kehilangan. Keduanya terlihat terus menangis dan ditenangkan oleh Kapolsek Sumberpucung AKP Widya.(agp/ary)