Tega Aniaya Istri di Pasar Singosari

Tersangka Hari Jaya Mulyadi, ketika dimintai keterangan Iptu Indra T Herlambang.

MALANG – Seorang istri seharusnya dilingdungi, bukan malah dianiaya. Namun yang dilakukan Hari Jaya Mulyadi, 31 tahun, warga Jalan Tumapel Barat, Desa Pagentan, Kecamatan Singosari ini, justru sebaliknya. Ia menganiaya istrinya, Mutimmatus Sholiha, 31 tahun di muka umum.
Imbas perbuatan kasarnya tersebut, Hari Jaya Mulyadi harus meringkuk di balik rutan Mapolres Malang sejak akhir pekan lalu. Ia dilaporkan oleh istrinya, karena tidak terima dengan penganiayaan dialaminya. Apalagi, tersangka juga kerap mengancam korban.
“Tersangka kami amankan, setelah datang memenuhi panggilan. Namun karena tersangka mau pergi ke luar kota, akhirnya kami lakukan penahanan untuk memudahkan proses penyidikan,” terang Kanit Idik I Reskrim Polres Malang, Iptu Indra T Herlambang.
Diperoleh keterangan, hubungan antara Hari dengan Mutimmatus ini adalah pasangan suami istri. Mereka menikah secara sah beberapa tahun lalu. Namun karena permasalahan keluarga, apalagi tersangka mudah ringan tangan akhirnya pada Februari 2015 lalu mereka sepakat untuk pisah ranjang.
Tersangka pulang ke rumahnya di Jalan Tumapel Barat, Desa Pagentan, Singosari. Sedangkan korban pulang ke rumahnya di Jalan Krajan II, Desa Sidoluhur, Kecamatan Lawang. Selama pisah ranjang tersebut, mereka tidak pernah berkomunikasi.
Kemudian pada Sabtu (15/8) lalu sekitar pukul 16.00, di Pasar Singosari, tersangka mendatangi istrinya yang sedang berjualan. Niatnya untuk mengajak pulang, dan kembali rujuk. Tetapi ajakan tersebut tidak disetujui oleh korban, hingga keduanya terlibat pertengkaran.
Mungkin karena emosi, tersangka lalu menyeret tubuh korban hingga jatuh tersungkur. Ketika terjatuh, tersangka bukannya menolong dan minta maaf. Sebaliknya ia malah menampar istrinya berulang kali, kemudian pergi meninggalkan sendiri.
Korban yang tidak terima dengan kejadian itu, lantas melaporkannya ke petugas Polres Malang. Berdasarkan laporan itu, polisi lalu menyelidiki dengan memanggil tersangka, yang kemudian dilakukan penahanan. “Saya saat itu khilaf, karena istri saya tidak mau diajak pulang,” ujar tersangka.(agp/aim)