Cari Tempat Kos, Sikat Laptop

MALANG - Sebagai pencuri FWB, 32 tahun,  memang cukup kreatif. Agar laptop hasil curiannya laku dijual atau digadaikan, dia melengkapinya dengan charger dan baterai. Tapi sayang, kreatifitasnya itu justru menggiringnya masuk penjara sejak Rabu (26/8) lalu.
"FWB merupakan tersangka kasus pencurian  di  salah satu rumah kos Jalan Bunga Merak, Febuari 2015 lalu. Dia mencuri laptop," terang Kasubag Humas Polres Malang Kota AKP Nunung Anggraeni saat merilis perkara pencurian ini di Polres Malang Kota kemarin.
Dijelaskannya, aksi pencurian yang dilakukan warga Jalan Mendut ini, menggunakan modus mencari tempat kos. Mulanya, tersangka mendatangi tempat kos di Jalan Merak. Karena kondisi tempat kos sepi, tersangka nyelonong masuk kamar.
"Tersangka langsung mengambil laptop yang saat itu ada di atas meja, laptop langsung di masukkan ke tas, dan setelah itu kabur,” terangnya.
Sukses mencuri, tersangka memang tidak langsung menjual. Dia lebih dulu menyimpan laptop selama satu bulan, lantaran barang curian itu tidak ada baterai dan charger. Setelah memiliki cukup uang, FWB pun membelikan baterai dan charger laptop hasil curiannya. Setelah lengkap, dia menggadaikannya ke salah satu koperasi di Jalan Mawar senilai Rp 1.5 juta.
Saat menggadaikan  inilah keberadaan tersangka terendus polisi. Petugas yang mendapat laporan tentang keberadaan laptop kemudian melakukan penyelidikan. "Kecurigaannya adalah nama pembeli laptop berbeda dengan identitas nama yang menggadaikan," tambah Nunung. Hasilnya, petugas menangkap tersangka di rumahnya.
Kepada petugas, FWB mengaku jika dia tidak hanya sekali mencuri, tapi berulang kali. Modus yang digunakan pun sama. "Dari pengakuannya tersangka mencuri tempat kos di Jalan Sengkaling, Jalan Mertojoyo, dan Jalan Soekarno Hatta. Semua hasil pencurian dijual dan uangnya digunakan untuk keperluan sehari-hari.
"Tersangka juga residivisi kasus pencurian HP tahun 2008 lalu. Dia ditahan selama 6 bulan," tandas Nunung.(ira/aim)