Rokok Siap Jual Ludes Dilahap si Jago Merah

MALANG POST - Kebakaran hebat kembali melanda Kabupaten Malang. Kali ini, kebakaran terjadi di Pabrik Rokok Mahayana, PT Karya Timur Putra yang terletak di Desa Sumbersuko, Kecamatan Tajinan, semalam. Meski tidak ada korban jiwa, namun kerugian ditaksir mencapai lebih dari Rp 20 miliar.
Seluruh hasil produksi rokok siap jual ludes terbakar. Selain itu, api juga membakar mesin produksi lima unit dan mesin pengepakan empat unit yang ada di dalam pabrik tersebut.
Informasi yang berhasil dihimpun Malang Post, kebakaran itu terjadi sekitar. Pukul 17.30 WIB. Api kali pertama diketahui berasal dari gudang selatan atau bagian belakang dari pabrik tersebut. Diketahui kedua satpam pabrik, Agus dan Sugianto. Keduanya yang sedang berjaga di depan dikejutkan dengan kepulan asap dan kobaran api dari gudang bagian selatan tersebut.
Pabrik memang dalam kondisi sepi usai ditinggal pekerjanya pulang. Mengetahui kebakaran itu, keduanya mencoba memadamkan api dengan alat seadanya.
"Namun, usaha mereka sia-sia. Lantaran api semakin membesar membakar hasil produksi rokok tersebut," ujar Camat Tajinan, Eko Margiyanto kepada Malang Post, kemarin.
Lanjut dia, Kedua satpam itu akhirnya melaporkan kejadian ini ke Polsek Tajinan yang diteruskan ke PMK Kabupaten Malang. Lima unit mobil PMK Kabupaten Malang, bergegas menuju lokasi kejadian. Lima unit mobil PMK itu langsung berupaya melakukan pemadaman. Lantaran api semakin membesar, juga didatangkan PMK dari Kota Malang sebanyak dua unit.
"Api sulit dipadamkan. Lantaran yang terbakar adalah kertas dan hasil produksi yang mudah terbakar," terang Eko Margianto.
Hingga berita ini ditulis, proses pemadaman masih berlangsung. Lantaran si jago merah terus membakar bangunan pabrik tersebut. Menurut Eko Margiyanto, penyebab kebakaran ini diduga korsleting listrik.
"Kemungkinan terjadi korsleting listrik di bagian mesin produksi. Karena gudang yang berada di belakang itu, berisi mesin produksi dan hasil produksi," terangnya. Menurutnya, kerugian ditaksir lebih dari Rp 20 miliar. "Lantaran seluruh hasil produksi berupa rokok terbakar. Selain itu, seluruh mesin produksi dan pengepakan juga ikut terbakar," tegasnya.
Peristiwa kebakaran ini, membuat heboh lokasi kejadian. Ratusan warga memadai lokasi kejadian, lantaran penasaran dengan peristiwa tersebut. Hingga berita ini ditulis, petugas PMK masih berupaya memadamkan api.
Pada akhir Agustus 2015 lalu, kebakaran hebat terjadi di Lawang. Menimpa toko bangunan dengan kerugian Rp 3 miliar. Belum sampai 10 hari, musibah serupa menimpa kecamatan lainnya.(big/ary)