Sehari, Tiga Bangunan Terbakar

MALANG – Masyarakat Kabupaten Malang harus lebih waspada. Karena musim kemarau, kejadian kebakaran terus menghantui. Selain kebakaran yang menghanguskan gudang produk rokok Sigaret Kretek Mesin (SKM), milik PT Karya Timur Prima di Desa Sumbersuko, Tajinan, kejadian kebakaran juga terjadi di dua lokasi, pada Kamis lalu.
Di Kecamatan Lawang, kebakaran meludeskan bedak milik Hanifah, 43 tahun, warga Desa Turirejo, Lawang yang ada di sekitar Pasar Lawang. Bedak yang berjualan makanan ringan ini, terbakar saat tutup. Beruntung peristiwa kebakaran yang terjadi sekitar pukul 02.45 tersebut, bisa segera diketahui sehingga tidak sampai merembet ke kios lainnya.
“Kejadiannya dini hari ketika bedak sedang tutup. Dugaan sementara karena konsleting listrik. Akibat kejadian itu, kerugian yang dialami oleh korban sekitar Rp 30 juta,” ujar Kanitreskrim Polsek Lawang, Iptu Fajar Rianu.
Menurutnya, kejadian kebakaran itu kali pertama diketahui oleh pedagang Pasar Lawang. Saat itu, saksi melihat ada asap tebal keluar dari bedak milik korban. Tak lama kemudian, langsung muncul api. Karena khawatir api merambat ke bedak lainnya, pedagang langsung memadamkan api dengan air seadanya.
Kejadian kebakaran lainnya terjadi di Desa Kesamben, Kecamatan Ngajum. Kobaran api membakar bangunan rumah milik Bambang, warga sekitar. Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 18.30 tersebut, mengakibatkan kerugian sekitar Rp 50 juta.
“Yang terbakar selain bangunan rumah, perabotan rumah dan barang berharga juga ikut terbakar. Mulai dari mesin cuci, televise, sepeda angin serta sepeda motor juga ikut terbakar. Tafsir kerugian seluruhnya sekitar Rp 50 juta,” terang Kanitreskrim Polsek Aiptu Bambang Wijanarko.
Menurutnya, sebelum terbakar sekitar pukul 17.00, korban sedang memasak air dengan menggunakan tungku kayu bakar di rumah depan. Selanjutnya setelah air mendidih, dibuat untuk mandi. Namun korban kembali memasak air lagi, yang setelah itu ditinggal ganti baju.
Saat ditinggal ganti pakaian inilah, api dari tungku kayu itu merambat ke kayu yang ada disekitar tungku. Karena tidak ada yang mengetahui, api langsung membesar dan merambat ke bangunan rumah hingga langsung membesar.
Api baru diketahui oleh anak korban yang saat itu sedang main di halaman rumah belakang. Melihat ada api, anaknya langsung berlari memberitahu orangtuanya. Tetapi api sudah terlanjur besar dan membakar seisi rumah. Warga sekitar yang mengetahui berusaha memadamkan api dengan air seadanya. Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 18.30.
“Api berhasil dipadamkan oleh warga sekitar dengan menggunakan air seadanya. Petugas pemadam kebakaran Kabupaten Malang, baru datang setelah api sudah padam,” jelasnya.(agp/aim)