Rokok Mahayana Diasuransikan?

MALANG – Penyebab kebakaran gudang produk rokok Sigaret Kretek Mesin (SKM), milik PT Karya Timur Prima di Desa Sumbersuko, Tajinan Rabu (2/9) malam lalu, masih misterius. Hingga kemarin, polisi terus menyelidikinya. Apakah karena korsleting listrik atau ada penyebab lain seperti unsur sabotase, masih terus didalami.
Dugaan awal, penyebab kebakaran brand rokok Mahayana tersebut karena korsleting listrik, yang bersumber dari salah satu mesin produksi, yang masih beroperasi saat ditinggal karyawan istirahat. Namun untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran tersebut, masih menunggu hasil Laboratorium Forensik Cabang Polda Jawa Timur.
“Untuk penyebab kebakarannya masih kami selidiki. Kami masih menunggu hasil Labfor dari Polda Jatim. Butuh waktu lama untuk mengetahui hasil Labfor tersebut,” ujar Kanit Idik IV Reskrim Polres Malang, Iptu Sutiyo, SH, Mhum.
Saat ini, kata Sutiyo, Polres Malang sedang melengkapi administrasi penyelidikan (Mindik) yang dibutuhkan oleh Tim Labfor Cabang Polda Jatim. Seluruh berkas yang dibutuhkan Labfor untuk proses penyelidikan, kemarin telah dikirimkan ke Polda Jatim. Harapannya, hasil Labfor bisa segera diketahui penyebab kebakaran tersebut.
Terkait kebakaran tersebut, Polres Malang telah memeriksa tiga orang saksi. Mereka adalah Suyani, bagian teknisi mesin, Imam Jazuli, bagian operator mesin serta Sugianto, petugas Security yang malam itu sedang bekerja.
“Pemeriksaan ketiga saksi tersebut, masih tahap pemeriksaan awal. Selanjutnya kami akan memanggil Agus Subianto, bagian personalia serta pemilik PT Karya Timur Prima. Surat panggilan untuk pemeriksaannya akan segera kami berikan. Sedangkan hasil pemeriksaan ketiga saksi, saat ini masih kami rahasiakan dulu karena masih proses penyelidikan,” terang Sutiyo.
Apakah perusahaan tersebut diasuransikan? Sutiyo mengatakan, masih belum mengetahui. Polres Malang masih akan mendalami dan menyelidikinya. Namun berdasarkan informasi dan keterangan beberapa orang saksi sementara, bahwa perusahaan rokok Mahayana tersebut, telah diasuransikan.
“Pemeriksaan saksi sementara memang ada asuransinya. Namun untuk memastikan apakah benar diasuransikan atau tidak, masih menunggu pemeriksaan saksi pemilik perusahaan itu nanti,” tuturnya.
Berdasarkan informasi yang diperoleh Malang Post dari beberapa sumber, salah satu mesin produksi berukuran kecil di gudang produk rokok Sigaret Kretek Mesin (SKM), sering terjadi korsleting listrik. Namun selama ini, saat terjadi korsleting listrik cepat diketahui sehingga tidak sampai terjadi kebakaran.
“Mesin produksi yang ukurannya kecil, sering terjadi korsleting listrik. Tetapi cepat diketahui dan tidak sampai terbakar. Namun Rabu malam lalu, mungkin kembali terjadi korsleting listrik dan tidak diketahui sehingga terjadi kebakaran,” terang salah satu sumber Malang Post, yang tidak mau menyebutkan namanya.
Sementara itu, pantauan Malang Post kemarin, police line masih terpasang di lokasi gudang yang terbakar. Tidak ada aktivitas penyelidikan yang dilakukan polisi. Hanya terlibat beberapa orang karyawan perusahaan yang keluar masuk lokasi kebakaran.
Menurut salah satu petugas security, karyawan yang masuk ke lokasi kebakaran untuk mencari kunci mesin. Pencarian kunci tersebut, dikatakannya sudah atas persetujuan dari pihak kepolisian.
“Tidak ada pembersihan. Karyawan yang masuk ke lokasi kebakaran, untuk mencari kunci pas atau ring saja. Tadi sudah ada izin dari pihak kepolisian dan diperbolehkan, asalkan tidak mendatangkan alat berat karena dinding gedung yang terbakar rawan roboh,” jelas petugas security kepada Malang Post.
Ia menambahkan, selama masih proses penyelidikan, perusahaan masih belum beroperasi. Gedung produk rokok Sigaret Kretek Tangan (SKT) yang tidak terbakar, terlihat tutup. Tidak ada aktivitas karyawan sama sekali.
“Untuk sementara tidak ada aktivitas produksi. Seluruh karyawan masih diliburkan,” katanya.
Sementara itu, pemilik perusahaan masih belum bisa dimintai keterangan. Jumat kemarin, informasinya pemilik perusahaan sedang berada di Polda Jatim. Ia dipanggil untuk dimintai keterangan. “Bos (pemilik perusahaan, Red) tidak ada di tempat, sedang berada di Polda Jatim,” tuturnya.
Sekadar diketahui, gudang produk rokok Sigaret Kretek Mesin, PT Karya Timur Prima di Desa Sumbersuko, Tajinan, Rabu malam lalu ludes terbakar. Kebakaran tersebut menyebabkan kerugian yang cukup besar, yaitu mencapai Rp 20 miliar. Kerugian tersebut dihitung dari lima mesin produksi yang terbakar, serta lima kontainer rokok siap jual dan bangunan gedung.(agp/ary)