Emosi Diserempet, Candra Masuk Penjara

Candra Agung Saputro, pelaku pengeroyokan ketika diamankan di Mapolsek Pakis.
 
MALANG – Candra Agung Saputro, warga Dusun Bulurejo, Desa Saptorenggo, Kecamatan Pakis, sejak Jumat (4/9)  lalu harus meringkuk di balik rutan Mapolsek Pakis. Pemuda berusia 21 tahun ini ditangkap karena melakukan pengeroyokan. Korbanya Samari, 42 tahun, warga Dusun Genitri, Desa Tirtomoyo, Kecamatan Pakis.
“Kami amankan tersangka Candra di rumahnya setelah kami mendapat informasi kepulangannya. Selama ini, ia menjadi DPO kami. Sedangkan temannya, saat ini masih kami buru karena informasinya kabur ke Jakarta,” terang Kanitreskrim Polsek Pakis, Ipda Ronny Margas.
Berdasarkan informasi, aksi pengeroyokan yang dialami Samari  terjadi pada 16 Juli lalu sekitar pukul 16.00. Kejadiannya di Jalan Desa Saptorenggo, Kecamatan Pakis. Ceritanya, saat itu korban bersama ayahnya Matali, serta anaknya, Ifaldi Ardiansyah, sedang dalam perjalanan menuju makam dengan mengendarai mobil.
Di tengah perjalanan saat melintas di lokasi kejadian, tanpa sengaja mobil milik korban menyerempet motor yang dikendarai oleh tersangka Candra dengan seorang temannya. Merasa bersalah saat menyerempat, korban berhenti dan berniat untuk meminta maaf.
Namun belum sempat turun dari mobil, korban didatangi oleh tersangka bersama dengan seorang temannya. Tanpa banyak bicara, tersangka dan temannya langsung memukul korban berulang kali hingga mengakibatkan luka di wajah. Bibir korban juga robek dan berdarah.
Usai memukul  korban, kedua tersangka langsung kabur. Sementara korban yang tidak terima dengan pengeroyokan tersebut, memilih melaporkannya ke petugas Polsek Pakis. Berdasarkan laporan itulah, polisi langsung melakukan penyelidikan. Begitu diketahui identitas pelakunya, petugas lalu melakukan pengejaran dan berhasil ditangkap Jumat lalu.
“Pengakuan tersangka, mengeroyok korban karena terpancing emosi. Selama ini, kabur dengan bersembunyi di rumah saudaranya. Untuk tersangka kami jerat dengan pasal 170 KUHP jo pasal 351 KUHP,” tuturnya.(agp/van)