Mahasiswa PTN Jadi Budak SS

MALANG - Seorang mahasiswa salah satu PTN di Malang, semester tiga jurusan Psikologi, akhir pekan kemarin disergap petugas Reskrim Polsek Lawang. Dwiki Ganang Gumilang, 22 tahun, ditangkap sesaat setelah transaksi narkoba jenis sabu-sabu (SS). Ia diringkus di Jalan Indrokilo Selatan, Desa Bedali, Lawang.
Dari tangan pemuda warga Jalan Ahmad Yani, Dusun Krajan Utara, Desa Sumberporong, Lawang ini, petugas mengamankan sepoket SS dibungkus plastik transparan seberat 1/4 gram. Barang haram sabu tersebut, disimpan di dalam saku celananya. Termasuk juga seperangkat alat hisap serta sisa uang membeli SS sebesar Rp 50 ribu.
Selain Dwiki, polisi juga menangkap seorang bandar SS. Tersangkanya adalah Ervin Prasetya alias Singkek, warga Perum Griya Husada, Dusun Krajan Utara, Desa Sumberporong, Lawang. Pemuda berusia 31 tahun ini, ditangkap di rumahnya hasil pengembangan dari tersangka Dwiki. Barang bukti yang diamankan darinya adalah 12 poket SS seberat 7 gram, timbangan elektrik, seperangkat alat hisap serta uang hasil penjualan sebesar Rp 1,6 juta.
"Untuk sementara, kedua tersangka diamankan di Mapolsek Lawang untuk menjalani pemeriksaan. Selanjutnya nanti bersama barang buktinya, kedua tersangka akan diserahkan ke Unit Reskoba Polres Malang," terang Kasatreskrim Polsek Lawang, AKP Wahyu Hidayat.
Informasi yang diperoleh, penangkapan kedua tersangka ini berawal dari informasi masyarakat. Warga melapor ke petugas penjagaan Polsek Lawang, bahwa di sekitar Jalan Indrokilo Selatan, Desa Bedali sedang ada transaksi narkotika jenis sabu-sabu.
Petugas yang mendapat informasi itu, langsung melaporkan kepada pimpinan. Selanjutnya satu unit petugas Reskrim Polsek Lawang diterjunkan untuk melakukan penyelidikan. Setelah didapat petunjuk dan berdasarkan ciri-ciri yang didapat petugas berhasil menangkap Dwiki.
Awalnya saat akan ditangkap, Dwiki mengelak tuduhan membawa SS. Namun setelah digeledah dan ditemukan barang bukti di dalam sakunya, Dwiki akhirnya pasrah. "Ia mengaku baru saja membeli SS tersebut dari Ervin alias Singkek. Sabu itu diakui akan dipakai sendiri," ujar mantan Kasatreskrim Polres Tuban ini.
Berdasarkan nyanyian tersangka Dwiki tersebut, polisi lantas mengembangkan kasusnya. Petugas Reskrim Polsek Lawang, lalu memburu Ervin alias Singkek di rumahnya. Hasilnya Singkek pun berhasil ditangkap petugas tanpa ada perlawanan.
Dalam keterangannya, Ervin alias Singkek ini, sudah lama bergelut dalam dunia hitam narkotika. Serbuk putih sabu-sabtu diakui dibeli dari seorang temannya asal Kota Surabaya, yang kini masih dalam pengejaran.
"Karena perbuatannya, mereka dijerat dengan pasal 112 dan 114 Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Ancaman hukumannya minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun kurungan penjara," tuturnya.(agp)