Keluar Lapas, Sutikno Langsung Dijemput Polisi

MALANG – Belum lama menghirup udara bebas setelah keluar dari LP Lowokwaru, Sutikno, 39 tahun, harus kembali meringkuk di balik rutan Mapolsek Pakis, kemarin. Ia dijemput petugas Reskrim Polsek Pakis saat bebas dari LP Lowokwaru, karena kasus pencurian.
“Tersangka Sutikno ini, kami tangkap setelah mendapat informasi kalau ia mau bebas. Makanya sebelum bebas kami menyanggongnya. Begitu keluar dari LP Lowokwaru, langsung kami amankan,” ujar Kanitreskrim Polsek Pakis, Ipda Ronny Margas kepada Malang Post, kemarin.
Diperoleh informasi, aksi pencurian yang dilakukan Sutikno ini, terjadi 13 Desember 2014 lalu. Sasaran pencuriannya adalah bedak (kios) peralatan dapur milik Hj Siti Mariyam, yang ada di lingkungan Pasar Pakis. Sutikno beraksi mencuri pada malam hari, ketika bedak sedang tutup.
Modus pencuriannya, ia masuk ke dalam bedak dengan merusak angin-angin bedak. Setelah terbuka ia langsung masuk kemudian mengambil uang sebesar Rp 130 juta, yang ada di dalam laci. Setelah mendapatkan uang, Sutikno langsung kabur lewat jalan semula.
Kejadian pencurian tersebut, baru diketahui pagi harinya sekitar pukul 07.00. Korban yang berniat membuka bedak, curiga dengan angin-angin bedak yang rusak. Korban lantas mengecek ke dalam, dan ternyata uang di laci sudah tidak ada. Kejadian pencurian itu lantas dilaporkan ke Polsek Pakis.
Selang beberapa minggu setelah pencurian itu, tersangka Sutikno kembali mengulangi perbuatannya. Namun belum sempat mencuri, aksinya sudah kepergok warga yang langsung ditangkap. Kendati sudah ketahuan, tetapi Sutikno tidak mengakui aksi pencurian pertama.
Baru setelah menjalani persidangan dan hukuman di LP Lowokwaru, Sutikno baru mengakui. “Kami yang mendapat informasi itu, langsung menyanggong dan menangkapnya. Pengakuannya, uangnya habis untuk keperluan keluarga dan membayar hutang,” jelas Ronny Margas.(agp/aim)