Terbelit Utang, Nekat Gelapkan 3000 Ayam

Tersangka Halim, ketika diinterogasi Iptu Indra T Herlambang, Kanit Idik I Reskrim Polres Malang.

MALANG – Gara-gara ayam, warga Kecamatan Kedungkandang harus ‘ngandang’ di Mapolres Malang sejak akhir pekan lalu. Halim, 40 tahun, warga Jalan Jabal Nur, Kelurahan Tlogowaru, Kedungkandang ini, dilaporkan CV Bhatara Unggas Jaya, telah menggelapkan sekitar 3000 ekor ayam potong.
Akibat ulah Halim tersebut, CV Bhatara Unggas Jaya yang berkantor pusat di Kota Pasuruan ini, mengklaim harus mengalami kerugian sekitar Rp 130 juta. Sementara uang hasil penggelapan yang dilakukan Halim, diakui habis untuk perawatan kandang dan keperluan keluarga.
“Uang hasil penjualan ayam saya gunakan untuk merawat kandang. Sebagian lagi, untuk biaya keperluan keluarga serta membayar utang,” ujar tersangka Halim, dihadapan penyidik Reskrim Polres Malang.
Keterangan yang diperoleh, hubungan antara Halim dengan CV Bhatara Unggas Jaya, adalah mitra kerja dibidang peternakan ayam potong jenis broiler. CV Bhatara Unggas Jaya, sebagai penyedia bibit ayam, pakan serta obat-obatan. Sedangkan Halim, hanya penyedia tempat merawat dan menjaga.
Dalam perjanjian awal, keuntungan selisih antara biaya harga beli sarana produksi dengan hasil penjualan ayam, adalah menjadi hak Halim. Namun dengan persyaratan, Halim tidak diperbolehkan menjual ayam potong tersebut tanpa sepengetahuan, CV Bhatara Unggas Jaya.
Selama lima tahun, kerjasama ini berjalan lancar. Halim tidak pernah menggelapkan ayam seekor pun. Namun pada 22 Juli 2015 lalu, Halim yang terbentur dengan utang, akhirnya nekat menggelapkan sekitar 3000 ekor ayam.
Ayam potong yang baru berusia 32 hari tersebut, dijual kepada konsumen dan pedagang. Seekor ayam potong dijual dengan harga Rp 15 ribu, tanpa sepengetahuan CV Bhatara Unggas Jaya. Uang hasil penjualan, habis digunakan untuk keperluan pribadinya.
Terungkapnya penggelapan ini, berawal dari CV Bhatara Unggas Jaya, yang melakukan pengecekkan ke lokasi kandang ayam di Desa Ngingit, Tumpang. Saat itu diketahui ayamnya berkurang. Setelah diselidiki, didapat informasi kalau ayam potongnya dijual oleh Halim. Karena merasa telah dirugikan itulah, akhirnya dilaporkan ke polisi.
“Tersangka Halim ini, kami jerat dengan pasal 372 KUHP tentang penggelapan dengan ancaman hukuman 4 tahun kurungan penjara,”  tutur Kanit Idik I Reskrim Polres Malang, Iptu Indra T Herlambang.(agp/aim)