Tiga PNS Disnaker Jadi Tersangka Kasus Korupsi

SURABAYA - Polisi menetapkan lagi tiga tersangka kasus korupsi pelatihan otomotif yang digelar Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Surabaya. Ketiga tersangka adalah PNS yang bekerja di Disnakes Surabaya. Mereka adalah Anggoro Dianto, Amin Wahyu Bagiyo dan Harjani.
Sebelumnya, polisi telah menetapkan Roro Sri Wanitarsih Sajekti sebagai tersangka. Roro adalah Dirut CV Yasco Training Center (YTC), rekanan Disnaker Surabaya yang memenangkan tender pelatihan otomotif. "Kami telah memanggil dan meminta keterangan dari 218 saksi, termasuk saksi ahli dan auditor," kata Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Takdir Mattanete kepada wartawan, Senin (7/9/2015).
Takdir mengatakan, ketiga tersangka adalah Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan (PPHP) pelatihan otomotif. Kejahatan yang mereka lakukan adalah membubuhkan tanda tangan palsu dan laporan palsu. "Dari kasus ini, negara dirugikan Rp 412 juta. Kami masih menyelidiki kasus ini. Bukan tidak mungkin akan ada tersangka lagi dari kasus ini," tambah Takdir.
Kasus korupsi ini berawal saat Disnaker Surabaya menggelar pelatihan otomotif. Pelatihan otomotif untuk motor itu digelar agar warga bisa mendapat ilmu untuk bisa berwirausaha. PT YTC memenangkan tender pelatihan tersebut. Namun dalam penyelenggaraannya, ada dana negara yang dikorupsi.
Pelatihan yang dilakukan pada September-November 2012 tersebut menganggarkan biaya untuk 300 peserta pelatihan. Dengan jumlah peserta 300 orang, maka nilai pelatihan adalah Rp 1,095 miliar. Namun dalam pelaksanaannya, PT YTC berbuat curang. Peserta yang seharusnya 300 orang dipangkas hanya menjadi 181 orang. Jika mengacu pada jumlah peserta yang hanya 181 orang, maka nilai pelatihan itu hanyalah Rp 682.550.000.
Tapi karena jumlah peserta dimark up sebesar 191 orang, maka nilainya menjadi Rp 1.095 miliar. Ada selisih biaya Rp 412.450.000 dalam kasus ini yang berarti itu adalah nilai korupsi atau kerugian negara.
Ketiga tersangka yang berkerja sama dengan Roro bertugas melakukan pengamanan agar seolah-olah peserta pelatihan tetap berjumlah 300 orang. Untuk itu, mereka membuat laporan dan membuat tanda tangan palsu atas 191 peserta fiktif.
Dari ketiga tersangka, diamankan Surat Perintah Kerja, berita acara pemeriksaan fisik, dua berita acara serah terima pekerjaan, berita acara pembayaran, 300 lembar formulir pendaftaran. 300 Lembar sertifikat peserta pelatihan, 5 lembar sertifikat instruktur, daftar isian pelatihan otomotif, dan daftar hadir peserta pelatihan otomotif angkatan I-IX tahun 2012. (dtc/udi)