Rampok Indomaret Dekat Pos Polisi

Indomaret Jalan BS Riadi yang pagi kemarin disatroni pelaku perampokan

MALANG – Indomaret Jalan BS Riadi di dekat pos polisi Jalan Bandung disatroni perampok, kemarin pagi. Satu pelaku berhasil menakuti dua penjaga toko bernama Agus dan Aris. Hanya bermodal pisau, pelaku melenggang dengan membawa rampasan Rp 20 juta.
Informasi yang berhasil dihimpun, aksi kriminal ini terjadi pukul 04.30. Saat itu Aris berada di gudang, sedangkan Agus menata barang di rak. Pelaku masuk, berpura-pura untuk membeli pulsa.
Kedatangan pelaku langsung direspons Agus. Pria bertubuh kurus ini langsung menuju ke meja kasir, untuk melayani pelaku. Agus tak curiga meski pria yang dilayani memakai helm dan masker. Benar saja, belum sempat bertanya, pelaku bertubuh subur itu, mengeluarkan pisau.
Pisau dihunuskan ke arah Agus sambil membentak meminta uang dan menanyakan brankas. Meski jarak antara pisau dan Agus cukup jauh, sang penjaga keder juga. Tanpa perlawanan, Agus pun menuju ke ruang brankas yang ada di bagian belakang.
Aris tiba-tiba muncul. Pelaku mengeluarkan bentakan, Nyali penjaga satu ini juga ciut, mengekor Agus ke brankas. Katanya pelaku juga mengancam akan membunuh, jika dia tidak menurut.
“Setelah pintu brankas terbuka, pelaku langsung mengambil uang di dalamnya,’’ kata salah satu petugas yang meminta namanya tidak dikorankan.
Dua petugas masih tetap tak melawan meski pelaku sibuk mengambil uang. Keduanya baru bergerak, setelah memastikan pelaku kabur.
Sementara itu, para pegawai Indomaret Jalan BS Riadi memilih menghindar, saat Malang Post datang ke lokasi, kemarin. Tidak satu pun yang memberi penjelasan detail atas peristiwa yang terjadi tersebut.
“Kejadiannya sangat cepat, tidak sampai 10 menit,’’ kata salah satu pegawai. Tapi saat dia akan kembali berbicara, salah satu temannya memanggil. Sepertinya diminta tak member keterangan
Sementara itu Kapolres Malang Kota AKBP Singgamata mengelak jika peristiwa yang terjadi di Indomaret Jalan BS Riadi adalah perampokan. Sebaliknya, perwira dengan dua melati di pundak ini memastikan jika peristiwa itu adalah perampasan.
“Itu bukan perampokan. Dari rekaman CCTV yang sudah kami pelajari, korban atau pegawai di toko tersebut yang membuka brankas. Sehingga kasus ini lebih pada perampasan,’’ katanya.
Bukan itu saja, kasus ini juga disesalkan oleh bapak dua anak ini. Alasannya, saat itu korban tidak melakukan perlawanan. Padahal, tidak ada situasi yang yang mengancam. “Harusnya mereka ini bisa melakukan perlawanan, minimal salah satunya keluar dan berteriak. Ini tidak dilakukan,” keluhnya.
Dia menegaskan, pelaku seorang diri, sedangkan pegawai di toko tersebut dua orang. Pelaku memang menghunuskan pisau tapi jaraknya dengan penjaga toko lebih satu meter. Sehingga itu bukan kondisi yang membahayakan, dan penjaga toko bisa menyelamatkan diri.
Apakah ada keterlibatan orang dalam? Singgamata enggan berkomentar. Tapi yang jelas, kasus ini tetap menjadi atensi. Bahkan, selain datang dan melakukan olah TKP, pihaknya juga sudah membentuk dua tim untuk melakukan pengejaran terhadap pelaku. “Yang pasti identitas sudah kami kantongi, ada dua tim yang melakukan pengejaran, dan satu tim sekarang ke luar kota,’’ tandas Singgamata.(ira/ary)