Dua Mucikari Penjual Artis AS

MALANG POST – Kerja keras Polrestabes Surabaya mengungkap sindikat prostitusi online di Surabaya, patut diacungi jempol. Hanya dalam waktu seminggu, Tim Reskrim Polrestabes Surabaya berhasil membekuk BS dan YY mucikari prostiusi online yang melibatkan artis ibu kota,  AS.
‘’Sudah. Keduanya sudah ditangkap di Jakarta. Sekarang tengah perjalanan menuju ke Surabaya. Begitu sampai, langsung kami kembangkan kasusnya,’’ kata AKBP Takdir Mattanette, Kasatreskrim Polrestabes Surabaya di kantornya, Rabu siang.
Seperti diberitakan diharin ini sebelumnya (Malang Post, 5/9) Satreskrim unit Vice Control (VC) Polrestabes Surabaya berhasil menggerebek AS dan empat SPG, Rabu pekan lalu, di salah satu hotel di Surabaya Selatan.
Saat digerebek AS yang juga foto model majalah dewasa ini baru saja melayani lelaki hidung belang dengan tarif antara Rp 8-10 juta. Bahkan, saat itu, AS didapati tengah fly berat pasca mengkonsumsi salah satu jenis narkoba.
Saat digerebek, BS dan YY yang menjadi mucikari AS dan rekannya sudah tidak ada ditempat. AS mengaku, selama 10 hari di Surabaya untuk shooting telah melayani lelaki hidung belang sebanyak tiga kali.
Pasca penangkapan itu, esoknya AS dibebaskan karena tidak terbukti melakukan perbuatan melawan hukum. AS hanya dikenai sanksi wajib lapor dan harus datang bila dibutuhkan sewaktu-waktu untuk penyidikan.
Takdir, tidak menyebutkan detail penangkapan yang dilakukan anak buahnya atas kedua mucikari papan atas tersebut. Sebaliknya, dia memilih menunggu kedatangan BS dan YY untuk memperjelas kasus prostitusi online yang menghebohkan Surabaya ini.
Di sisi lain, Takdir menyebutkan, hasil pemeriksaan sementara penyidik mendapatkan titik terang terhadap kasus ini. Sebab, dari pengakuan AS dan ke empat SPG (Sales Promotion Girl) ternyata BS dan YY jaringan prostitusi online yang pernah diungkap Polda Metro Jaya.
‘’Sekarang kami terus intensif koordinasi dengan Polda Metro untuk pendalamannya. Tapi bagi kami yang penting modusnya yaitu menggunakan grup Black Berry Masanger (BBM) dan Facebook (FB). Kemudian di-broadcast dari teman ke teman,’’ pungkasnya. (has/van)