Acungkan Pedang, Preman Ngisruh Kampanye

MALANG – Kampanye pasangan calon Malang Anyar di Kecamatan Dampit, siang kemarin terusik. Seorang preman yang mengaku sebagai keamanan di perusahaan Bumi Menara Internusa Jalan Pahlawan, Lingkungan Sumbertangkep, Kelurahan/Kecamatan Dampit, berulah. Dalam kondisi mabuk Hobairi, 40 tahun mengacungkan senjata tajam jenis pedang di dekat areal kampanye.
Karena dianggap membahayakan, pria ini langsung diamankan petugas Polsek Dampit yang melakukan pengamanan. Selanjutnya, untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan, residivis kasus penganiayaan tersebut, kemarin langsung dilimpahkan ke Polres Malang.
“Yang bersangkutan masih kami lakukan pemeriksaan. Untuk sementara, Hobairi kami jerat dengan Undang-undang Darurat karena kedapatan membawa senjata tajam,” ujar Kasatreskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat.
Informasi yang diperoleh, siang kemarin Calon Bupati Malang Dewanti Rumpoko, bersama dengan tim melakukan kampanye di wilayah Kecamatan Dampit. Paslon nomor urut dua ini, melakukan kunjungan ke pabrik Bumi Menara Internusa, untuk menyapa para karyawan.
Ketika Dewanti sedang berada di dalam area pabrik, di luar tiba-tiba datang Hobairi dalam kondisi mabuk. Ia membawa senjata pedang yang diambil di rumahnya. Kedatangan Hobairi ini, diketahui sedang mencari H Zaini, tokoh masyarakat Kecamatan Dampit.
Namun belum sampai masuk ke dalam area pabrik, langkah Hobairi dihentikan oleh petugas Polsek Dampit yang melakukan pengamanan di luar. Hobairi sempat diperingatkan untuk tidak masuk ke dalam area kampanye. Namun karena tetap ingin ngotot masuk, petugas terpaksa mengamankannya.
“Tidak ada penyerangan atau kerusuhan saat kampanye tadi. Hobairi ini, kami amankan di luar pabrik. Sedangkan kampanye pasangan calon di dalam area pabrik. Ia kami amankan karena diketahui membawa senjata tajam,” tutur Kanitreskrim Polsek Dampit, Ipda Soleh Mashudi.
Dalam pemeriksaan penyidik, Hobairi mengatakan kalau dirinya tidak ada niatan untuk menyerang Calon Bupati Malang atau tim kampanye dari Malang Anyar. Kedatangannya ke lokasi pabrik tersebut, hanya sekedar ingin mengetahui karena ada keramaian.
“Saya ini keamanan di sekitar lokasi pabrik. Saya datang hanya untuk memastikan ada keramaian apa. Tidak ada niatan untuk membuat kerusuhan atau melakukan penyerangan,” kata Hobairi.
Sedangkan alasannya mencari H Zaini di lokasi kampanye itu, karena ingin mengetahui apakah ada H Zaini dalam kampanye itu. “Saya tidak ada permasalahan dengan H Zaini. Saat itu saya mencari H Zaini, karena untuk memastikan apakah ikut dalam kampanye,” jelasnya.(agp/ary)