Artis AS Ternyata PSK Freelance

Dua mucikari artis ibukota AS dihadirkan di depan wartawan berikut daftar anggota PSK yang tergabung dalam Princess Management.

SURABAYA– Dugaan prostitusi online yang melibatkan artis ibukota AS, terus menemukan titik terang. Dua mucikari yang ditangkap di Jakarta BS dan YY ternyata memiliki jaringan dengan prostitusi online di Surabaya.
Salah satu buktinya, operasional kedua mucikari papan atas itu di Surabaya menggunakan nama Princess Management. Untuk menyamarkan gerakannya, ternyata BS dan YY adalah nama samaran saja.
‘’Setelah kita periksa, ternyata nama BS adalah AT (Alfania Tilar) dan YY bernama asli AL Alen). Keduanya sampai di Surabaya, kemarin malam, setelah kita tangkap di Jakarta,’’ kata AKBP Takdir Mattanette, Kasatreskrim Polrestabes Surabaya saat gelar perkara di Maporlestabes Surabaya, Kamis kemarin.
Menurut Takdir, dalam menjalankan operasinya telah memiliki 63 PSK dari berbagai kalangan untuk dijual kepada lelaki hidung belang di Surabaya. Rata-rata usia anak buahnya antara 20 tahun hingga 26 tahun.
AL, lanjut Takdir, memiliki peran sebagai operator handphone yang digunakan untuk transaksi. Selain itu, HP menjadi alat komunikasi paling mudah menggerakkan ke 63 anak buahnya. ‘’Tarif untuk transaksi juga ditentukan AL. Sedang AT berperan sebagai mucikari (germo) untuk mencari pelanggan yang menjadi sasarannya,’’ kata Takdir dengan menunjukkan foto-foto PSK koleksi kedua mucikari tadi.
Disebutkan Takdir, para pelanggan (hidung belang) memesan PSK melalui sarana BBM. Cara yang sama juga dilakukan AL dalam mencari calon PSK baru yang direkrut menjadi anak buahnya. ‘’Pokoknya semua akrifitas bisnisnya dilakukan melalui BBM. Perintah untuk menemui pelanggan di hotel pun dilakukan AL kepada anak buahnya melalui BBM,’’ ujar perwiran dengan dua melati di pundak ini.
Di sisi lain, Takdir menyebutkan, sebenarnya anggota Princess Management jumlahnya kisaran 80 orang. Tetapi, 20 orang lainnya bersifat ‘pemain pinjaman’ jika sewaktu-waktu diperlukan. ‘’Yang 60 orang anggota tetap. Sedang yang 20 orang PSK lainnya statusnya freelance. Kebanyakan mereka adalah model, SPG bahkan artis. Sedang artis AS yang kita gerebek statusnya freelance di Princess Management,’’ ujarnya.
Ditambahkan dia, kedua mucikari ini mengenakan tarif antara Rp 1,5 juta hingga 3 juta untuk short time. Dari hasil itu, AL mendapatkan komisi bersih Rp 1 juta untuk satu kali transaksi yang diberikan secara tunai. ‘’Kasusnya kini masih terus kita kembangkan. Termasuk kemungkinan mendalami apakah ada artis selain AS yang menjadi korban kedua tersangka. Karena, pemeriksaan masih kita lakukan secara marathon,’’ pungkasya. (has/udi)