Alap-alap Peralatan Bengkel Dicokok

Erik Afandi dan Imam Bukhori serta barang bukti hasil curian diamankan petugas
MALANG – Erik Afandi, 31 tahun, warga Jalan Peltu Sujono Gg Anggrek,  dan Imam Bukhori, 34 tahun, warga Jalan Satsui Tubun, Kecamatan Sukun harus mendekam di sel tahanan Polres Malang Kota. Keduanya ditangkap petugas, hari  Senin (7/9) lalu di Jalan Candi, Kecamatan Sukun, dengan tuduhan melakukan pencurian alat bor listrik milik Yudha Setiawan, 40 tahun, warga Jalan Kemantren, Kecamatan Sukun, Rabu (15/7) lalu.
Menariknya,  meskipun tertangkap dengan kasus pencurian alat bor listrik, tapi barang bukti yang ikut diamankan cukup banyak. Diantarannya dua unit laptop merek Acer,  empat gerinda listrik dan satu alat las listrik.
“Dari hasil penyidikan, kedua tersangka ini mengaku tidak hanya sekali melakukan pencurian. Tapi berulang kali. Dan barang bukti yang diamankan ini, merupakan hasil curian yang dilakukan keduanya,’’ kata Kasubag Humas Polres Malang Kota AKP Nunung Anggraeni  kemarin.
Dijelaskan oleh Nunung, tertangkapnya kedua tersangka ini tak lain berawal dari hasil penyelidikan petugas. Mulanya, petugas yang mendapatkan laporan pencurian bor listrik di Jalan Kemantren, melakukan penyelidikan. Dari hasil penyelidikan inilah, kemudian diketahui jika pelaku dalam pencurian itu adalah Erik dan Imam.
“Hasil penyelidikan itupun dikembangkan petugas dengan mencari keberadaan tersangka. Dan kebetulan, saat itu ada informasi jika kedua tersangka ini melintas di Jalan Candi, Kecamatan Sukun, untuk mencari sasaran,’’ tambah wanita dengan tiga balok di pundak.
Tak pelak, begitu melihat dua tersangka yang kala itu mengendarai motor Yamaha Nuvo N 2493 AC, melintas, petugas pun menghentikannya. “Saat ditangkap pertama, tersangka langsung mengaku jika keduanya pernah melakukan pencurian. Sehingga siang itu juga keduanya digelandang ke Mapolres Malang Kota,’’ tambah Nunung.
Sementara itu kepada petugas, keduanya mengaku berkolaborasi melakukan pencurian sejak empat bulan lalu. Aksi pencurian juga tidak hanya di wilayah hukum Polres Malang Kota, tapi juga wilayah hukum Polres Malang.
“Kami berteman sejak lama, dan sama-sama butuh uang. Penghasilan kami sebagai juru parkir dan kuli bangunan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga, sehingga nekat untuk mencuri,’’ kara Erik. Selama melakukan pencurian, Erik juga mengaku hasilnya selalu dibagi dua. “Saat mencuri tidak ada pemeran utama, karena kami melakukan bersama-sama. Kadang saya yang mengambil barang dan Imam menunggu di motor, atau sebaliknya,’’ tambah Erik.
Disinggung apakah tidak menyesal? Keduanya langsung menundukkan kepala. Dengan kompak, keduanya mengatakan menyesal. “Dua tersangka ini dikenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara,’’ tandas Nunung.(ira/nug)

Duet Jukir Kompak Curi