Berkat GPS, Rizki Berhasil Bekuk Pencuri Iphone 5

Pelaku Agung Ariono Putra, saat tiba di Mapolsek Pakisaji
 
MALANG – Upaya Rizki Eka Pertiwi, 25 tahun, mengejar pelaku pencurian handphone Iphone 5 miliknya, kemarin patut mendapat apresiasi. Bak seorang detektif, karyawati bagian iklan di kantor koran yang ada di Pakisaji ini, mengejar pelaku melalui jaringan GPS. Hasilnya selang sekitar tiga jam dari kejadian pencurian, Rizki berhasil menangkap pelakunya.
Pelakunya adalah Agung Ariyono Putra, salah satu mahasiswa PTS di Malang. Warga asal Kecamatan Pakisaji ini, berhasil ditangkap usai melakukan salat Jumat di Masjid Universitas Muhammadiyah Malang. Barang bukti HP Iphone 5 milik korban, ditemukan di dalam saku celananya.
“Awalnya saat saya tanya dia tidak mengaku. Namun setelah digeledah oleh satpam UMM, dan ditemukan HP di sakunya baru mengakui. Namun sim card serta tempat pelindung HP sudah dibuang,” ujar Rizki Eka Pertiwi, kepada Malang Post saat ditemui di Polsek Pakisaji.
Diceritakan Rizki, pencurian HP Iphone 5 miliknya, dicuri pagi kemarin sekitar pukul 09.00. Pencurian terjadi di dalam kantor koran di Jalan Raya Pepen Pakisaji. Pagi itu, Rizki bersama dengan tiga karyawan lain, sedang berada di ruang redaksi. Sementara handphone miliknya, diletakkan di atas meja fron office.
Saat ditinggal masuk ke dalam ruang redaksi ini, datang Agung Ariyono Putra seorang diri. Tujuan Agung berniat mencari lowongan. Namun karena tidak ada orang, akhirnya timbul niatan Agung untuk mencuri HP yang tergeletak di atas meja.
Usai mengambil HP, Agung langsung buru-buru pergi. Selang sekitar lima menit kemudian, Rizki yang curiga lalu kembali ke ruangannya. Saat itu, ia melihat HP miliknya sudah tidak ada. Rizki lantas menanyakan kepada petugas security. Dijawab kalau ada seorang pria yang baru keluar ruangan, kemudian pergi ke warung depan Kantor Radar Kanjuruhan.
“Saya lalu mendatangi warung, ternyata pelaku sudah pergi naik motor Yamaha Vixion warna putih berboncengan dengan seorang wanita,” tutur Rizki.
Mendapat informasi itu, Rizki lantas pulang untuk melihat nomor seri HP miliknya. Selanjutnya ia mengecek melalui GPS di komputer kantor. Diketahui kalau pelaku mengarah ke Kebonagung Pakisaji.
Tidak ingin pelakunya kabur, bersama dengan petugas office boy, Rizki lantas mengejar pelaku. “Selama mengejar itu, saya terus berkomunikasi dengan teman di kantor yang terus memantau jejak pelaku,” katanya.
Jejak pelaku diketahui sampai di ATM BNI dekat Masjid UMM. Namun setelah itu, jejak tidak diketahui karena HP milik korban sudah tidak aktif lagi. “Saat tiba di ATM BNI itu, pelaku sudah tidak ada. Hanya ada sepeda motor Yamaha Vixion warna putih, serta seorang perempuan yang duduk menunggu,” terang Rizki.
Kendati sudah kehilangan jejak, namun Rizki tidak lantas putus asa. Ia mencoba bertanya pada wanita yang diketahui bernama Rika, warga Sumberpucung. “Saat saya tanya, wanita itu mengaku asal Sumberpucung. Kemudian saya tanya apa sempat mampir makan di warung dengan Radar Kanjuruhan, mengaku. Dari sinilah, saya yakin bahwa wanita itu adalah teman pelaku. Akhirnya saya meminta bantuan satpam dan menunggu pelaku kembali,” jelasnya.
Ketika pelaku kembali usai menunaikan salat Jumat, Rizki bersama satpam UMM langsung menangkapnya. Selanjutnya, tak lama setelah tertangkap petugas Polsek Pakisaji yang mendapat informasi langsung datang menjemput. Bersama dengan barang bukti, Agung langsung digelandang ke Mapolsek Pakisaji. (agp/aim)