Diminta Jemput Istri Ustad, Malah Perkosa ABG

Tersangka M Sifak, ketika dimintai keterangan oleh penyidik UPPA Polres Malang.

MALANG – Seorang pemuda asal Dusun Gumuk Mojo, Desa/Kecamatan Bantur, sejak akhir pekan kemarin harus meringkuk di balik rutan Mapolres Malang. Muhammad Sifak, 23 tahun ini, ditahan setelah dilaporkan melakukan perbuatan asusila. Korbannya sebut saja namanya Mawar, 15 tahun, pelajar kelas IX SMP, asal Dusun Bantur Timur, Desa/Kecamatan Bantur.
“Tersangka Sifak ini, kami amankan di rumahnya setelah kami mendapat laporan dari korban. Ketika kami tangkap, ia sama sekali tidak mengelak tuduhan asusila tersebut,” ujar Kanit UPPA Polres Malang, Iptu Sutiyo, SH, M.Hum.
Diperoleh keterangan, hubungan tersangka Sifak dengan Mawar ini adalah teman biasa. Sebelumnya mereka sama sekali tidak saling kenal. Perbuatan asusila sendiri terjadi, berawal saat tersangka diminta tolong salah satu pengurus  pesantren di Poncokusumo, untuk mencari istrinya yang ada di salah satu pesantren di Kecamatan Bantur, pada 7 September lalu.
Tersangka dimintai tolong, karena sebelumnya pernah belajar agama di pesantren Poncokusumo. Apalagi tersangka juga merupakan warga asli Kecamatan Bantur, sehingga dianggap paham dengan daerahnya.
Mendapat perintah itu, tersangka langsung menurut. Kemudian untuk mencari istri pengurus pesantren, tersangka mengajak Mawar. Korban diajak karena sebelumnya mengantarkan istri pengasuh Ponpes Poncokusumo tersebut, ke salah satu Ponpes di Kecamatan Bantur.
Namun setelah korban mau diajak, oleh tersangka bukannya diajak mencari istri pengurus pesantren. Sebaliknya korban diajak berputar-putar, kemudian di bawah pulang ke rumahnya. Kebetulan rumah tersangka saat itu sedang sepi. Sampai di rumah, korban kemudian dipaksa untuk melayani nafsu birahi tersangka hingga tiga kali.
Puas menyetubuhi, tersangka langsung mengantarkan korban pulang. Terungkapnya perbuatan asusila ini, berawal dari kecurigaan orangtua korban, karena saat pulang Mawar menangis. Setelah didesak, korban menceritakan apa yang telah terjadi. Karena tidak terima, akhirnya melaporkan perbuatan bejat Sifak tersebut ke Polres Malang, hingga tersangka diamankan.
“Tersangka ini kami jerat dengan pasal 81 ayat 1 junto pasal 76 e atau pasal 82 ayat 1 Undang-undang nomor 35 tahun 2004 atas perubahan nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman 15 tahun kurungan penjara,” jelas Sutiyo.(agp/aim )