Guru SMP Pagak Dilaporkan Polisi

MALANG - Kekerasan terhadap anak didik, kembali terjadi. Seorang guru Bahasa Indonesia berinisial TM, di salah satu SMP Negeri di Kecamatan Pagak, dilaporkan ke polisi karena dugaan melakukan penganiayaan terhadap muridnya. Korban berinisial FB, 14 tahun, siswa kelas VIII C di sekolah tersebut.
Akibat penganiayaan tersebut, FB mengalami luka memar dan robek di pelipis kanannya. Serta luka robek di kepala bagian belakang. Luka tersebut seperti akibat cakaran jari tangan oknum guru tersebut."Usai dipukul itu, kepala saya langsung terasa sakit," ujar FB, kepada Malang Post saat ditemui di rumahnya.
Menurut cerita FB, penganiayaan yang dialaminya terjadi sekitar pukul 09.30 di dalam ruang kelas. Saat itu sedang pelajaran Bahasa Indonesia, mulai pukul 09.00. Materi pelajaran Bahasa Indonesia, diberikan oleh oknum guru berinisial TM.
TM memerintahkan kepada seluruh siswa di kelas VIII C untuk mengerjakan soal di LKS. Setelah memerintahkan, TM langsung duduk dan terlihat bermain laptop. Selang beberapa menit kemudian, korban FB ngobrol bersama teman sebangkunya berinsial AF. Keduanya membicarakan soal materi yang dikerjakan di LKS.
Kemudian, karena ada yang dianggap lucu, FB tanpa sengaja  tertawa lepas.  Hal ini langsung diketahui oleh TM. Selanjutnya tanpa menegur sebelumnya, TM langsung menghampiri FB. Kemudian tanpa banyak bicara langsung menampar wajah TM hingga mengakibatkan luka di wajahnya."Setelah ditampar saya langsung diam. Sementara Pak TM, usai menampar langsung kembali ke tempat duduknya. Teman saya AF, dihukum dengan berdiri di depan kelas," tutur FB, sembari menunjukkan luka di pelipis kirinya.
"Laporannya sudah kami terima. Rencananya Senin besok (hari ini, red) antara pelaku dengan korban akan kami pertemukan. Jika memang pihak korban tetap tidak menerima, maka perkaranya akan kami lanjutkan dengan melimpahkan ke Polres Malang," ujar Kanitreskrim Polsek Pagak, Aiptu Singgih.
Kasatreskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat, dikonfirmasi belum mengetahui laporan penganiayaan itu. Namun kemarin ia langsung berkoordinasi dengan Polsek Pagak, untuk segera melimpahkan perkaranya ke Polres Malang.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Budi Iswoyo, mengaku kaget dengan kejadian penganiayaan itu. Ia menegaskan, bahwa tidak seharusnya seorang guru melakukan kekerasan fisik terhadap siswanya. Jika memang laporan penganiayaan itu benar, maka akan ada sanksi panisme tegas dari Dinas Pendidikan."Saya belum dapat laporan. Besok (hari ini, red) saya akan panggil yang bersangkutan untuk klarifikasi. Termasuk juga mengklarifikasi kepada korbannya. Jika memang terbukti ada tindakan kekerasan, maka kami akan segera mengambil tindakan," tegas Budi Iswoyo.(agp/nug)