Dua Pemuda Pagak Ditembak

Kedua tersangka curanmor, yang terpaksa ditembak kakinya karena berusaha melawan petugas.

MALANG – Dua pemuda asal Dusun Bekur, Desa Sumberejo, Kecamatan Pagak, akhir pekan lalu terpaksa dihadiahi timah panas di kaki kanannya. Kedua pemuda itu, Asroful Arifin, 24 tahun serta Muhammad Ali Masdar, 26 tahun. Keduanya ditembak oleh Tim Buser Polres Malang, karena terlibat kasus curanmor.
“Kedua tersangka ini, sudah lama kami awasi. Setelah bebas dari LP Lowokwaru, gerak-geriknya terus kami awasi. Begitu ada informasi mereka melakukan pencurian sepeda motor, langsung kami tangkap. Karena berusaha melawan dan melarikan diri, terpaksa mereka kami tembak,” terang Kasatreskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat kepada Malang Post, kemarin.
Penangkapan Asroful dan Masdar ini, terkait kasus pencurian sepeda motor Suzuki Spin N 6299 FK milik M Haris Prayoga, pelajar SMK warga Jalan Raya Jatikerto, Kromengan. Sepeda motor tersebut dicuri 11 September 2015 lalu sekitar pukul 22.00, saat diparkir di halaman rumah Tumi di Dusun Anggrungan, Desa Talangagung, Kepanjen.
Modusnya dengan berboncengan motor, mereka berkeliling mencari sasaran. Begitu melihat ada motor di parkir di halaman rumah tanpa pengawasan, keduanya lalu timbul niatan mencuri. Masdar bertugas mengawasi dan berjaga di atas motor. Sedangkan Asroful, sebagai eksekutor menggunakan kunci T.
Setelah berhasil dicuri, motor tersebut langsung dibawa kabur. Untuk menghilangkan jejak, motor Suzuki Spin itu dijual kepada seseorang warga Gampingan, Pagak sebesar Rp 800 ribu. Uang hasil penjualan dibagi dua, dan habis digunakan untuk makan dan membeli rokok.
“Mereka ini, tidak hanya sekali saja mencuri. Sebelumnya juga pernah beraksi mencuri di wilayah Kecamatan Sukun Kota Malang dua kali, sekali di Wagir serta sekali di Kepanjen. Asroful ini, baru bebas dari LP Lowokwaru karena pencurian besi pada Agustus lalu. Sedangkan Masdar, baru bebas bulan Mei lalu karena curanmor,” jelasnya.(agp/aim)