Rehabilitasi 180 Pasien, Target BNN Hampir Tercapai

MALANG - Target Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Malang dalam merehabilitasi korban penyalahgunaan narkoba di Kota Malang hampir tercapai. Ini berkat upaya BNN untuk terus menyosialisasikan bahaya narkotika, serta  menampung para penyalahguna narkotika dari Kota Malang.
Kepala BNN Kota Malang, AKBP Hennry Budiman menyatakan, saat ini pihaknya sudah berhasil menampung 180 korban penyalahgunaan narkoba di Kota Malang untuk direhabilitasi. "Kami diberi target 210 orang korban penyalahgunaan narkoba dari target nasional 100 ribu rehabilitasi. Saat ini, kami sudah berhasil merehabilitasi 180 penyalahguna narkoba di Kota Malang," kata Hennry kepada Malang Post, kemarin (16/9/15).
Sebanyak 180 korban penyalahgunaan narkoba ini berasal dari kalangan masyarakat umum dan pelajar. Namun, kebanyakan dari mereka merupakan pelajar dan pengguna pemula yang terpengaruh pergaulan.
Masa rehabilitasi, lanjut Hennry, berbeda satu sama lain. Untuk pengguna lama, masa rehabilitasi bisa mencapai tahunan. Namun, untuk pemula enam bulan bulan waktu yang cukup sampai mereka dinyatakan sembuh."Mereka kami tempatkan di Pusat Rehabilitasi Hayunanto Dau,RSJ Lawang, serta Yayasan Sadar Hati untuk direhabilitasi," tambah Hennry. Bagi pasien rawat jalan, ditarget melaksanakan konseling selama delapan kali. Sedangkan yang rawat inap, bisa lebih banyak karena mereka harus menjalani program rehabilitasi terus menerus.
Meski begitu, Hennry sendiri mengakui kalau masih banyak korban penyalahgunaan narkoba yang belum mendapat rehabilitasi. Ia mengatakan, jumlah pengguna narkoba di Indonesia sendiri, masih terus meningkat dengan prevalensi peningkatan pada tahun ini sebesar 2,8 persen.
Ia yakin, dengan upaya rehabilitasi 100 ribu korban penyalahgunaan narkoba ini, jumlah pengguna narkoba di Kota Malang akan menurun. Karena itu, ia berharap aparat terus meningkatkan kewaspadaan terhadap peredaran gelap narkoba di Kota Malang. Hal ini, demi mencegah bahaya narkoba sampai kepada pelajar.
"Fenomena pengguna di Kota Malang seperti fenomena gunung es, yang tampak sedikit, namun yang tak tampak banyak. Karena itu aparat harus aktif mencari pengguna narkoba dan melakukan pemberantasan peredaran gelap narkoba, karena ini menyangkut generasi penerus bangsa di masa depan," demikian Hennry. (erz/nug)