Pulang dari Taiwan, TKW Kondisi Koma

BANYUWANGI- Pulang kampung ke Banyuwangi, Sugiayem, TKW yang mengalami kondisi koma saat bekerja di Taiwan, disambut tim dokter, di Rumah Sakit Umum Daerah Blambangan, Rabu (16/9/2015).
Sebanyak sembilan dokter spesialis telah disiapkan untuk menangani TKW asal Desa Karangdoro Kecamatan Tegalsari tersebut. Para dokter itu terdiri atas dokter bedah, dokter anastesi, dokter syaraf, dokter ginekolog, dokter kulit dan kelamin, dokter spesialis penyakit dalam, dan dokter spesialis paru. "Sugiayem dalam kondisi kesadaran yang rendah dan sulit berkomunikasi," kata Ketua Tim dokter, dr. Heri Subiakto, Spd.
Badan Sugiayem juga sempat mengalami kejang dan panas. Catatan rekam medis rumah sakit di Taiwan menyebutkan, Sugiayem menderita multiple brain lesion, multipleslerosis dan glioma.
Menurut Heri, dalam jaringan otak Sugiayem terdapat pengendapan dan tumor pada jaringan penyangga syaraf. "Ini menyebabkan tekanan dalam rongga otak bertambah hingga berkontribusi dalam menimbulkan kejang dan menurunnya kesadaran," ujar Heri.
Sebelumnya Sugiayem telah menjalani perawatan di RS Taiwan selama 4 bulan. Ia mengalami komplikasi seperti infeksi paru-paru, infeksi saluran kencing dan timbul ulkus atau luka pada punggung yang telah mencapai grade 4.
Tim dokter fokus merawat penyakit-penyakit tersebut. Pasalnya untuk melakukan tindakan terhadap penyakit utama yang menyerang otak dengan operasi, kondisi tubuh Sugiayem harus dipulihkan sampai stabil dan siap.
Sementara itu, Kabid Tenaga Kerja Kamar Dagang Ekonomi Indonesai (KDEI) di Taipei, Devriel  Sogia, mengatakan, Sugiayem tercatat berangkat ke Taiwan melalui jalur resmi sejak tahun 2011. Namun sekitar 2013 Sugiayem melarikan diri dari majikannya. Hukum di Taiwan mengatur masalah tenaga kerja asing dengan ketat. Salah satunya bagi tenaga kerja yang melarikan diri dari majikannya dalam kurun 3x24 jam maka dia tidak lagi memiliki sejumlah hak, mulai dari hilangnya asuransi hingga lepasnya tanggung jawab dari majikan terhadap hal yang menimpa pekerjanya. "Maka selama perawatan dia tidak ditangani asuransi," kata Devrial.
Agen penyalur TKI juga bisa dikenai sanksi berupa penundaan izin, jika sepuluh persen tenaga kerja yang disalurkan melarikan diri. Juragan di Taiwan juga akan masuk daftar hitam penggunaan tenaga kerja asing jika terbukti bersalah. "Mereka tidak akan bisa memakai tenaga kerja dari Indonesia lagi," tambah Devriel.
Pada 29 Mei 2015 lalu, Sugiayem datang ke kantor KDEI dan meminta dipulangkan ke Indonesia. "Saat itu kami meminta dia untuk segera ke kantor Imigrasi mengurus kepulangannya," tuturnya.
"Ternyata pada 3 Juni, kami dapat kabar dari rumah sakit setempat bahwa per 1 Juni Sugiayem telah dirawat. Berdasarkan keterangan pihak rumah sakit ada penyumbatan di otaknya," ungkap Devriel.
Devriel mengatakan, pemeriksaan oleh pihak berwenang tidak menemukan tindakan kekerasan terhadap Sugiayem. Sejak dirawat kondisi Sugiayem tidak stabil. Kondisi itu yang menyebabkan kepulangannya baru bisa dilakukan saat ini. "Kondisinya naik turun, sangat tidak stabil. Itu yang menghambat kepulangannya," jelas Devriel. (bj/udi)