Maunya Olah Raga Malah Tertipu

MALANG – Wiyono Waluyo,  70 tahun bernasib apes. Kemarin dia menjadi korban penipuan dengan modus gendam, yang mengakibatkan uang Rp 10 juta miliknya amblas. Kasus inipun oleh warga Jalan Siberet, Kelurahan Kasin, Kecamatan Sukun, Malang ini langsung dilaporkan ke Polres Malang Kota.
Kepada petugas, Wiyono mengatakan penipuan itu terjadi saat dia baru selesai olah raga di Jalan Halmahera. Korban yang bersiap pulang, tiba-tiba dihampiri oleh pelaku. Kepada Wiyono, pelaku menanyakan alamat sebuah yayasan yang ada di sekitar jalan tersebut. Kendati tidak menyebutkan nama yayasan yang dimaksud, namun pelaku mengatakan jika kedatangannya ke yayasan tak lain untuk menyumbang.
Karena tidak jelas nama yayasannya, Wiyono seketika menggelengkan kepala sebagai tanda dirinya tidak tahu.
Namun bukannya gelengan kepala tersebut membuat pelaku pergi. Sebaliknya, pelaku mengajak Wiyono berbicara, dan menanyakan sejumlah alamat yayasan lainnya.
Singkat cerita, setelah melakukan perbincangan, pelaku kemudian mengajak Wiyono ke sebuah ATM tidak jauh dari tempat keduanya bertemu. Entah apa yang ada dibenak korban, yang pasti ajakan tersebut langsung disambut baik.
Bahkan, saat sampai di ATM, Wiyono tidak hanya memberikan kartu, dia juga memberitahu rangkaian nomor PIN ATM miliknya kepada pelaku.
Kesempatan itupun langsung dimanfaatkan pelaku, dengan membobol uang milik korban. Secara cepat pelaku yang sudah mendapatkan kartu berikut dengan PIN nya melakukan transfer ke nomor rekening miliknya.
Setelah membobol dengan cara mentransfer, kemudian pelaku keluar dari ATM. Dia pun mengembalikan kartu ATM kepada korban, dan pergi tanpa lebih dulu berpamitan.
Korban baru sadar menjadi korban penipuan setelah 10 menit kemudian. Saat itu dia melakukan mengecek saldo uang miliknya di ATM. Dia kaget, karena uangnya sudah habis.
Wiyono kemudian mendatangi bank tempatnya menyimpan uang. Tapi begitu, kedatangannya sia-sia, karena petugas bank mengatakan uang Wiyono tidak bisa kembali lantaran pelaku sudah mengambilnya. Kecewa, Wiyono pun mendatangi Polres Malang Kota untuk membuat laporan.
Terpisah Kasubag Humas Polres Malang Kota AKP Nunung Anggraeni, membenarkan adanya laporan penipuan dengan modus gendam tersebut. Tidak hanya itu saja, wanita dengan tiga balok di pundak ini mengatakan jika kasus ini langsung ditangani oleh anggota reskrim dengan meminta keterangan korban berikut dengan meminta keterangan saksi. “Anggota masih melakukan penyelidikan, termasuk meminta rekaman CCTV yang ada di ATM tempat pelaku membobol uang milik korban. Kami berharap, rekaman CCTV tersebut memberikan jalan terang untuk mengungkap kasus ini,’’ tegas Nunung.(ira)