Mantan Kepsek MAN 1 Gondanglegi Ditahan

MALANG - Masih ingat dengan kasus dugaan korupsi penyimpangan pengadaan tanah untuk asrama MAN 1 Gondanglegi, dari Kementrian Agama RI pada 2013 lalu. Kasus yang diduga merugikan negara sekitar Rp 2,2 miliar tersebut, tinggal menunggu proses persidangan. Selasa lalu, Kejaksaan Negeri Kepanjen sudah melimpahkan berkasnya ke Pengadilan Tipikor Surabaya.
"Penyidikan kasus korupsi pengadaan tanah di MAN 1 Gondanglegi sudah selesai. Sekarang tinggal pembuktian di Pengadilan Negeri Tipikor. Berkas perkaranya sudah kami masukkan ke pengadilan. Ada 13 saksi dan dua orang ahli yang dimintai keterangan," ujar Kasi Pidsus Kejari Kepanjen, Junianto kepada Malang Post, kemarin.
Ia mengatakan, ada tiga orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi ini. Pertama adalah Ketua Panitia Pengadaan M Ali Muhajir, Ahmad Nurhadi pengguna anggaran sekaligus mantan Kepsek MAN 1 Gondanglegi. Ketiga Pejabat Pembuat Komitmen Maulana Adit Istana,.
"Tersangka dan barang bukti sudah kami serahkan dari petugas penyidikan ke penuntutan pada Rabu (9/9) lalu. Kemudian, untuk para tersangka sudah ditahan di rutan Surabaya. Sebelumnya mereka tidak dilakukan penahanan," terangnya sembari mengatakan bahwa barang bukti yang disita dari ketiga tersangka adalah uang Rp 300 juta. Karena sampai saat ini mereka masih melempar kesalahan.
Tahun 2013 lalu, MAN 1 Gondanglegi, melakukan pengajuan pengadaan tanah seluas 10 ribu meter persegi untuk asrama MAN 1 Gondanglegi kepada Kementrian Agama RI. Dari pengajuan itu, tahun 2014 mendapat pengucuran dana senilai sekitar Rp 4 miliar.
Dari dana tersebut, kemudian dipotong Rp 200 juta untuk pajak. Kemudian dibelikan tanah sebesar Rp 1,650 miliar. Sisa dari anggaran yang sangat signifikan inilah, yang kemudian dibagi-bagi oleh ketiganya.(agp/aim)