Berperan Strategis, Diajak Perangi Curanmor

MALANG - Kapolres Malang Kota AKBP Singgamata mengajak perangkat RW untuk waspada terhadap segala bentuk tindak tindak pelanggaran Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), khususnya pencurian sepeda motor (Curanmor). Sebab, Kota Malang merupakan salah satu daerah yang tingkat Curanmornya tergolong tinggi.
"Waspadai dan cermati apabila ada mobilitas tinggi keluar masuk kendaraan pada sebuah rumah,  sementara penghuni rumahnya tidak dikenali," ujar Singgamata dalam acara peningkatan kapasitas RW se-Kota Malang di Hotel Trio Indah 2, Jumat (18/9/15) malam lalu. Ditambahkan, akses yang sangat longgar pada sebuah perumahan juga menjadi potensi terjadinya tindak curanmor.
Ia menekankan, karena tingkat Curanmor tinggi maka kasus ini menjadi atensi khusus bagi Polres Malang Kota. Tercatat data Curanmor pada Januari sebanyak 169 kasus. Pada bulan Juni, kasus Curanmor berkurang menjadi 50 kasus. Sedangkan, Agustus tahun ini kasus Curanmor kembali turun menjadi 11 kasus. Tindakan tegas dari Polres Malang Kota, mampu menciduk 52 pelaku. Empat di antaranya tewas dan 10 pelaku lain mengalami cidera.
Selain mengimbau RW setempat untuk waspada, Singgamata juga menginformasikan nomor layanan 08113535110, hotline pelaporan polresta. Program Quick respon, merupakan program Polres ke 2 dari sekirar 400 lebih Polres yang ada di Indonesia.
Sementara Walikota Malang HM Anton menilai bahwa tugas dan posisi RW sangat strategis.  Karena di pundak ketua RW, berbagai permasalahan lingkungan dan aspirasi dari RT-RT mampu terakomodir. "Pengalaman saya saat menjadi ketua RW  menjadi bekal penting saya memahami akan pentingnya pelayanan dasar di tingkat bawah. Karena itu saya tekankan dua hal, penataan dan perbaikan sistem serta peningkatan kualitas SDM aparat,"ujar pria yang akrab disapa Abah Anton itu.
Ditambahkan, menjadi kebanggaan bagi Kota Malang yang telah menorehkan berbagai prestasi. Berbagai polemik yang menurutnya datang dari segelintir pihak, disinyalir menjadi upaya untuk melemahkan peran Pemkot Malang. "Dalam hal inilah, Ketua RW harus mampu menjadi penyejuk sekaligus penguat jalannya pembangunan," pungkasnya. (erz/nug)