Makan Korban Purnawirawan TNI AD

KORBAN KA : Anggota TRC Bakesbangpol dan anggota PPMR menggotong jenazah Ardi Sukaimi korban tertabrak  KA kemarin
MALANG – Lintasan KA tanpa palang pintu kembali memakan korban.Yakni lintasan KA  di Jalan Gadang Gg 4 kemarin memakan korban jiwa. Ardi Sukaimi, 71 tahun, warga Jalan Gadang 21C tewas seketika dengan kondisi sangat mengenaskan. Tubuhnya remuk, setelah ditabrak KA Majapahit jurusan Malang-Jakarta, di lintasan tersebut kemarin.
Beberapa saksi mata kepada Malang Post menuturkan bahwa  tubuh pensiunan TNI AD ini terseret kereta hingga 24 meter. Sedangkan motor Yamaha Mio nopol N 2806 EB yang dikendarai korban terseret laju kereta sepanjang 21.5 meter.
Amin salah satu saksi mata menguraikan, kecelakaan tersebut berawal saat Ardi mengendarai motor sendirian. Dia melajukan motornya dari arah Timur ke Barat tepat melewati lintasan KA tanpa pintu tersebut. “Karena itu, saya sempat berteriak agar dia berhenti. Warga juga berteriak, agar  dia  menghentikan motor sebelum lintasan, karena akan ada kereta lewat,’’ kata Amin. Tapi begitu, Ardi cuek. Dia tetap melajukan motornya, tanpa menghiraukan teriakan warga.
Bersamaan saat  itu kereta api  Majapahit jurusan Malang- Pasar Senen melintas. Seketika itu juga kereta menabrak Ardi berikut dengan motor yang dikendarai. Tidak hanya tergilas, tubuhnya juga terseret kereta tersebut.
Tertabraknya Ardi ini seketika menjadi perhatian warga dan melaporkan kejadian ini ke Polsekta Sukun. Anggota Polsekta Sukun bersama anggota TRC Kesbangpol dan PMI Kota Malang melakukan evakuasi. Tubuh korban yang mengenaskan langsung dibawa ke kamar jenazah RSSA Malang.
Kapolsekta Sukun Kompol Sutantyo yang kemarin langsung datang ke TKP menduga, kecelakaan ini terjadi karena diduga korban tidak mendengar jika ada kereta yang melintas. “Menurut keterangan beberapa saksi, warga disini sudah berteriak minta dia berhenti. Tapi mungkin korban tidak mendengar sehingga tetap melintas,’’ kata Sutantyo.
Sementara itu Edi Sumartono salah satu tetangga Ardi mengatakan, jika sejak dulu korban mengalami sakit di lehernya. Bahkan, karena sakitnya itu Ardi kerap di panggil dengan pak Kenceng. “Kesehariannya dia sangat baik. Meskipun sudah sepuh, tapi dia aktif dalam kegiatan warga,’’ katanya.
Edi juga menguraikan, kemarin korban keluar pukul 09.00. Saat keluar Ardi tidak pamit akan pergi kemana. “Tadi istrinya mengaku tidak tahu pak Kenceng mau kemana. Istrinya hanya mengatakan Pak Kenceng keluar pukul 09.00,’’ katanya. Edi juga mengatakan, jika Ardi merupakan purnawirawan  anggota  TNI AD, dia pernah bertugas di Yonif 512. “Saat akan pensiun, pak Kenceng ini diperbantukan di Dinas Kesehatan Kota Malang, sampai dengan beliau pensiun,’’ tandasnya.(ira/nug)