Hendak Belajar Kelompok,Ditabrak Truk

MALANG –  Kecelakaan tragis melibatkan sepeda motor Honda Revo Nopol N 5291 BO dengan truk Nopol  KT 8642 V terjadi di Jalan Teluk Grajagan, Minggu siang kemarin. Satu orang meninggal akibat kecelakaan mengenaskan ini.  Yakni, Vidi Aditya Ramadhan, 14 tahun, warga Jalan Teluk Grajagan Gg VII RT03 RW02 Kelurahan Pandanwangi, Blimbing, Kota Malang.
Siswa kelas 8  SMP Kartika IV-8 Malang yang merupakan pengemudi motor tewas seketika dengan luka parah di bagian kepala. Jenazah korban pun langsung dievakuasi untuk kemudian dibawa ke kamar jenazah RSSA Malang.
Sementara Feri Pamungkas, 13 tahun, warga Jalan Plaosan Timur yang dibonceng motor selamat dari maut. Dia  mengalami luka lecet di bagian tangan dan kakinya. Oleh warga, Feri pun langsung dibawa ke Puskesmas untuk mendapatkan perawatan.
Sedangkan Pengemudi truk, yakni Nasib Mustofa, 39 tahun, warga Pandanmulyo, Tajinan hingga berita ini diturunkan masih menjalani pemeriksaan di unit laka Polres Malang Kota. “Pengemudi truk  dimintai keterangan, statusnya masih saksi,’’ kata Kanitlaka Polres Malang Kota Ipda Budi Yunaedi/ Untuk proses penyidikan, truk dan motor yang terlibat kecelakaan  langsung  diamankan sebagai barang bukti.
Informasi dihimpun Malang Post menyebutkan, kecelakaan bermula ketika  korban  Aditya  mengemudikan motor  mengemudikan motornya dengan kecepatan cukup tinggi.Sampai di TKP, siswa kelas 2, ia  berniat mendahului motor di depannnya. Tapi begitu, Aditya tidak bisa menguasai kemudi motornya, saat melewati polisi tidur. Kemudi motornya oleng ke kanan.
Bersamaan, melintas truk KT 8642 V dikemudikan Nasib Mustafa yang  berupaya menghindari motor yang oleng tersebut dengan menepikan laju truknya, Tapi  kecelakaan tidak bisa dihindari. “Motornya oleng, kemudian menyenggol ban belakang bagian kanan,’’ aku Mustofa.
Seketika itu juga tubuh Aditya dan temannya terpental ke kiri. Menurut saksi mata, saat jatuh, kepala Aditya lebih  dulu menghantam aspal. “Tidak pakai helm anaknya, Dan kepalanya lebih dulu membentur aspal,’’ kata salah satu saksi mata. Aditya pun tewas seketika di TKP, dengan kondisi luka di kepala sangat parah.
Mustofa  sempat berusaha kabur tetapi  ada warga  mengejar, dan mengamankannya sekitar satu kilometer dari TKP. “Saya takut saat itu banyak warga. Saya tidak kabur, tapi ingin menyerahkan diri ke polisi.Dari awal dia (korban) sudah ugal-ugalan saat mengemudikan motor. Saya sudah menepi, tapi sudahlah ini musibah. Saya sangat menyesal,’’ urai Mustofa.
Ahmad Baidi, 40 tahun, keluarga  almarhum  Aditya mengatakan jika tewasnya Aditya membuat keluarganya shok. Bahkan ibu korban yaitu Lilik Wijayati langsung pingsan begitu mendapat kabar anaknya tewas akibat kecelakaan.
Ia juga  menuturkan bahwa  Aditya pamitan akan belajar kelompok di rumah temannya. Baidi sendiri mengelak jika almarhum  suka  ngebut saat mengemudikan motor. “Kalau naik motor biasa saja, Dia tidak  pernah ugal-ugalan,’’ tandasnya.(ira/nug)