Dor.. Koboi Mergosono Beraksi

DIAMANKAN : Senpi milik warga Jalan Mergosono diamankan Polisi, Zainal si pemilik pistol menembakkan senjata untuk mengusir warga.

MALANG–Dor…suara letusan senjata api (senpi) menggelegar di Jalan Mergosono Gg I, kemarin siang Kepanikan pun langsung terjadi. Warga semburat, memilih menyelamatkan diri. Pemegang Senpi, Zainal Abidin, 32 tahun, warga Jalan Gadang I B, pembawa senjata api kalap.
Warga memilih untuk tidak mendekat. Takut jika Zainal semakin kalap dan menembakkan senjatanya ke arah warga. Ya, karena memang suara menggelar itu berasal dari senjata api yang dipegang Zainal.  
Aksi sok jagoan Zainal ini sendiri berawal saat dia bertandang ke rumah Rohman kakaknya, di Jalan Mergosono Gg I. Seiring kedatangannya, puluhan warga juga datang ke rumah Rohman. Menurut informasi, kedatangan warga ini tak lain untuk menyampaikan protes, dengan rencana Rohman membangun tangga di samping rumahnya.
Alasannya, tangga yang akan dibuat Rohman ini memakan sebagian jalan kampung, sehingga jalan yang sudah sempit semakin sempit dengan tangga tersebut.
Zainal sendiri awalnya tidak menghiraukan kedatangan warga ini. Memilih diam di dalam rumah sang kakak. Pia ini kemudian terusik lantaran beberapa warga mengolok-olok Rohman.
Tanpa banyak kata, Zainal yang semula berada di dalam rumah kemudian memilih keluar. Dia juga langsung mengeluarkan senjata api rakitan dari balik bajunya. Dengan sangat murka, Zainal menodongkan senjata api tersebut ke arah warga yang bergerombol di depan rumah sang kakak.
Tentu saja, aksi sok Zainal ini membuat warga kaget. Mereka mundur teratur.
Langkah mundur warga inilah yang membuat Zainal semakin sok. Agar warga percaya jika senjata api yang dipegang sungguhan, Zainal pun mengangkat senjatanya ke atas, dan meletuskannya.
“Waktu itu sempat bersitegang dulu, selanjutnya dia itu mengarahkan senjatanya ke atas, dan meletuskannya,’’ kata salah satu warga.
Merasa terancam warga pun panik dan semburat. Tapi ada beberapa warga yang bertahan, dan membujuk Zainal agar meletakkan senjatanya. Tapi bukannya terbujuk, Zainal semakin menjadi. Dia terus menodongkan pistolnya ke arah warga. Takut jika pistol kembali diletuskan, warga pun memilih untuk lapor polisi.
“Begitu mendapat laporan, kami langsung tindak lanjuti dengan melakukan penyelidikan,’’ kata Kapolsekta Kedungkandang Kompol Putu Mataram kemarin.
Saat petugas datang, Zainal sudah tidak ada di rumah Rohman. Tentu saja, petugas tidak diam. Petugas terus melakukan pencarian, termasuk mendatangi rumahnya di Jalan Gadang Gg IB.
Entah takut atau bagaimana? Zainal kemudian muncul di Polsekta Kedungkandang. Dia langsung menyerahkan diri tidak lama setelah kejadian tersebut. Bahkan, dia juga membawa serta senjata api rakitan yang sempat ditodongkan kepada warga. “Tadi saya ditelepon kakak, katanya dicari polisi. Saya tidak ingin menjadi buronan, makanya memilih untuk menyerahkan diri,’’ aku Zainal.
Kepada petugas, Zainal mengatakan jika senjata api rakitan tersebut hanya berisi peluru hampa. Amunisi yang ada dalam senjata hanya mengeluarkan suara tapi tidak ada proyektil yang keluar.
“Saya beli secara online, akhir Juni lalu seharga Rp 1 juta, berikut dengan 100 amunisi hampa. Senjata ini tidak pernah saya gunakan macam-macam. Saya hanya menggunakan saat lebaran, karena suaranya mirip petasan,’’ urainya.
Zainal juga mengaku tidak menyangka jika perbuatannya kemarin mengganggu warga. Itu sebabnya, dengan rendah hati dia pun meminta maaf kepada warga Jalan Mergosono Gg I.
“Saya tersinggung dengan warga yang mengolok-olok kakak. Itu yang membuat saya nekat mengeluarkan senjata api,’’ jelasnya.
Katanya, senjata api tersebut kerap kali dibawa saat dia berpergian. Tujuannya untuk melindungi diri.
Karena menyerahkan diri, siang itu juga Zainal langsung dimintai keterangan oleh petugas. Namun  begitu, petugas sendiri belum bisa menentukan status Zainal. “Masih diperiksa, sementara ini statusnya masih saksi. Tapi kalau nanti dari hasil pemeriksaan ditemukan ada indikasi pidananya, maka statusnya langsung dinaikkan menjadi tersangka,’’  beber Kapolsekta.(ira/ary)