Beri Sinyal Segera Tahan Hardi

MALANG - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim  akhirnya memberikan sinyal hijau kepada Kejari Malang untuk segera melakukan eksekusi terhadap dr Hardi Soetanto, mantan bos PT Hardlent Medika Husada (HMH) Malang.
Demikian ditegaskan Asisten Pidana Umum (Aspidum) Kejati Jatim, Andi Muhammad Taufik SH kepada wartawan kemarin. Ditambahkan, pihaknya sama sekali tidak pernah menghambat pelaksanaan eksekusi kepada warga Jalan Mojo Kidul I/6 Surabaya itu.
“Tudingan bahwa kami menghambat adalah tidak benar. Sebab kewenangan melakukan eksekusi adalah pada Kejari Malang,” tegasnya melalui sambungan telepon.
 Untuk itu, Andy, sapaan akrabnya,  berharap agar Kejari Malang segera melakukan eksekusi terhadap dr Hardi  dan menjebloskan ke LP Lowokwaru sesuai putusan Mahkamah Agung Nomor 1185 K/PID/2014.“Kalau putusannya sudah inkracht, dr Hardi harus segera dieksekusi. Kejati tidak pernah menghalang-halangi,” tegasnya.
Sebagaimana diberitakan Malang Post, Hardi diputus MA bersalah melanggar Pasal 266 KUHP atau keterangan palsu untuk memudahkan jalannya menguasai PT HMH milik DR FM Valentina SH, M.Hum.Berbekal putusan MA itu, Hendrizal memerintahkan dua jaksanya, Arlin Anita SH dan Wanto Karyono SH untuk segera mengeksekusi  Hardi.
Sutrisno SH, penasehat hukum Valentina mengatakan sudah menemui Direktur Orang dan Harta Benda (Oharda) Jampidum Kejagung RI, Fadil Zumhanna SH, kemarin pagi. Fadil menyatakan  eksekusi perkara dr Hardi adalah kasus sepele dan sebenarnya sudah cukup Kajari Malang yang melaksanakan eksekusi. “Jadi segera saja laksanakan eksekusi terhadap dr Hardi," tegas Fadil.(erz/nug)