Suami Aniaya Istri Stroke

Tersangka Alimun saat dimintai keterangan oleh Kasatreskrim Pores Malang

MALANG – Sungguh ironis. Hanya karena kesal, seorang suami di Desa Tegalsari, Kecamatan Kepanjen tega menganiaya istrinya sendiri. Paini, 41 tahun, dianiaya karena selalu merintih kesakitan. Korban selama ini diketahui mengalami sakit stroke.
Akibat penganiayaan tersebut, Paini mengalami luka memar di wajahnya. Terutama bagian mata dan mulutnya. Sementara, Alimun, 45 tahun  tak lama setelah melakukan penganiayaan langsung ditangkap polisi. Ia dijebloskan ke dalam terali besi Mapolres Malang.
“Tersangka kami tangkap di rumahnya, setelah mendapat laporan dari korban. Ia kami jerat dengan pasal 44 ayat 1 dan 4 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Untuk memperkuat laporannya, korban kami mintakan visum ke RSUD Kanjuruhan, Kepanjen,” jelas  Kasatreskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat.
Diperoleh keterangan, selama ini Alimun dan istrinya tinggal serumah. Kedua anaknya, sudah berumah tangga sendiri. Selama beberapa tahun terakhir, Paini mengalami sakit stroke. Selama sakit, Alimun memang masih merawat istrinya. Mulai mempersiapkan kebutuhannya dan melakukan perawatan.
Namun demikian, selama ini Alimun masih kerap bertindak kasar terhadap istrinya. Ketika istrinya sedang merintih kesakitan, Alimun mudah terpancing emosi. Selain membentak dan memukul, ia juga membasuhkan air kencing dan kotoran ke wajah istrinya.
“Saya melakukan itu karena kesal. Karena dia selalu merintih kesakitan ketika saya pulang kerja. Padahal saat itu saya sedang kelelahan usai pulang kerja. Apalagi, sehari kadang buang air besar sampai delapan kali. Karena kesal itulah, kotorannya saya ambil lalu saya usapkan ke wajahnya,” tutur Alimun, tanpa penyesalan.
Karena kerap kelelahan merawat istrinya itulah, Alimun mengaku harus menikah siri lagi dengan wanita lain. Istri mudanya, diajak tinggal serumah dengan alasan supaya bisa membantu merawat istri tuanya. “Tetapi istri saya tetap saja merintih kesakitan, ketika saya pulang kerja,” katanya.
Puncak kesesalannya, terjadi Selasa siang pekan lalu. Saat itu, Alimun yang tak tahan dengan rintihan istrinya, langsung main tangan. Ia memukuli wajah istrinya beberapa kali hingga babak belur. Penganiayaan baru berakhir  setelah tetangga yang melihat dan  menyelematkan Paini.
Selanjutnya dengan kondisi babak belur, Paini dibawa ke Polres Malang untuk melapor ke polisi. Berdasarkan laporan itulah, polisi kemudian menjemput tersangka di rumahnya. “Saya memukulnya karena kesal. Namun setelah itu, saya khilaf telah menganiayanya,” tuturnya.(agp/van)