Ngantuk, Warga Sawojajar Tewas Tabrak Median Jalan

MALANG – Naas dialami Jonny Sugiharto, 43 tahun, warga Jalan Diponegoro RT01 RW08 Desa Pelem, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk. Pagi kemarin, pria yang tinggal di Jalan Sawojajar Gg V Kota Malang ini tewas dengan kondisi mengenaskan. Dia mengalami luka di kepala, akibat motor Honda Revo N 4212 CC, yang dikemudiannya menabrak median jalan di Jalan Ranugrati Sawojajar.
 Belum diketahui jelas sebab kecelakaan terjadi. Namun banyak warga yang menduga, korban mengantuk, sehingga tidak bisa mengendalikan laju motornya  saat mengemudikan motor.
Diperoleh informasi, kecelakaan ini berawal saat Jonny mengendarai motornya dari arah barat ke timur. Mulanya, laju motor korban cukup stabil. Hingga kemudian sampai di TKP, mendadak kemudi motor oleng ke kiri. Korban pun tidak bisa mengendalikan laju motornya. Hingga akhirnya motor tersebut menabrak median jalan.
“Benturannya sangat keras, korban juga sempat terseret motor yang sudah terjatuh sekitar 10 meter,’’ kata  salah satu warga yang namanya enggan di korankan.
Kecelakaan tersebut seketika direspon oleh warga. Mereka pun langsung memberikan pertolongan kepada korban. Tapi sayang, nyawa korban tidak bisa diselamatkan.
Sementara anggota unit laka Polres Malang Kota seketika datang begitu mendapatkan laporan peristiwa kecelakaan tersebut. Tubuh korban yang tak bernyawa langsung dievakuasi, ke kamar jenazah RSSA Malang. Sedangkan motor yang dikendarai korban pun diamankan sebagai barang bukti.
Kanitlaka Polres Malang Kota Ipda Budi Yunaedi saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut. Sampai saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait sebab kecelakaan terjadi. “Kondisi jalan mulus, sedikit menanjak, cuaca juga terang, saat kecelakaan terjadi,’’ kata perwira yang akrab disapa dengan nama Junaidi ini.
Sedangkan kendaraan yang digunakan pun hanya mengalami kerusakan pada boststep dan slebor bagian depan pecah. ‘Kalau sebabnnya sedang masih diselidiki, tapi kemungkinan besar korban mengantuk saat mengemudikan motor sehingga tidak waspada depan hingga terjadi kecelakaan,’’ katanya.
Sementara pihak keluarga korban memilih menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Itu sebabnya, mereka pun menolak saat jenazah Jonny hendak diotopsi. Dengan surat pernyataan yang ditandatangani Kristina Kurnia, 31 tahun, (istri Jonny) dia menolak otopsi.(ira/aim)