Korban KDRT, Meninggal Dunia

MALANG - Paini, 46 tahun, korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), meninggal dunia. Warga Desa Tegalsari, Kecamatan Kepanjen ini, menghembuskan nafas terakhirnya di rumah Kepanjen. Sebelumnya ia sempat dirawat di rumah sakit, setelah menjadi korban KDRT suaminya, Selasa (22/9) lalu.
Jenazah ibu dua anak tersebut, siang kemarin langsung dimakamkan di tempat pemakaman umum Desa Tegalsari. Keluarga dan kerabat, menerima kematian korban. Mereka menganggap bahwa meninggalnya Paini, karena kondisinya yang memang sedang sakit.
Bahkan keluarga, juga meminta meninggalnya korban tidak dibesar-besarkan. Sebab permasalahan KDRT sudah diselesaikan secara keluarga dengan disaksikan perangkat desa dan pihak kepolisian.
"Ibu meninggal karena sakit. Sebab sudah lebih tiga tahun ini, ibu sakit. Permasalahan sebelumnya, sudah diselesaikan sehingga tidak ada masalah lagi," tutur Slamet, anak angkat Paini.
Sekadar diketahui, sebelumnya pada Selasa lalu, dengan diantarkan tetangganya, ia melapor ke Polres Malang. Paini mengadukan suaminya, Alimun, karena telah melakukan kekerasan terhadapnya. Paini menderita luka memar di wajah. Terutama di bagian mata serta mulutnya.
Kekerasan dalam rumah tangga tersebut, terjadi ketika korban merintih kesakitan. Sebab selama ini, Paini memang diketahui mengalami sakit stroke. Karena kesal dan tak tahan mendengar rintihan istrinya, Alimun langsung melakukan penganiayaan.
Aksi penganiayaan saat itu baru berhenti, ketika tetangganya mengetahui. Setelah diselamatkan, korban langsung dibawa ke Polres Malang untuk melaporkan kejadian itu. Berdasarkan laporan itu, polisi langsung menangkap Alimun di rumahnya.
"Tadi anggota sudah mengecek ke rumah duka. Dan untuk tersangka Alimun, pastinya pasal yang dikenakan kepadanya kami tambah," jelas Kasatreskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat.(agp/aim)