Laka di Jalan Soehat,Mahasiswa STIE Malangkucecwara Tewas

MALANG –  Setelah tujuh jam menjalani perawatan, Lucky Fendika, 20 tahun, warga Jalan Flamboyan, Batu akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya kemarin. Mahasiswa semester V STIE Malang Kucecwara ini mengalami kecelakaan  di Jalan Soekarno  Hatta (Soehat), dinihari kemarin. Motor Kawasaki  Ninja yang dikendarainya ditemukan jatuh tanpa sebab yang jelas.
Saksi mata menyebutkan  saat itu Lucky mengendarai motor dengan kecepatan tinggi, dan terlihat beberapa kali oleng. Diduga saat itu pria yang juga Putra Kampus ABM tahun  2013 mengantuk saat mengemudikan motor.
Hingga akhirnya, tepat di depan RSB Puri Bunda, motornya  oleng ke kanan. Brakk… tersebut  menabrak median yang ada di tengah.
Kerasnya benturan membuat Lucky terlempar dari motor yang dikendarainya. Bahkan, menurut warga, saat terlempar posisi kepala korban lebih dulu membentur aspal. Dengan posisi tengkurap, anggota Mapala STIE Malang Kucecwara ini tidak sadarkan diri.
“Oleh warga langsung dibawa ke RSB Puri Bunda. Tapi karena lukanya sangat serius, dia  langsung dirujuk menuju ke RSSA Malang,’’ kata Donald salah satu temannya kepada Malang Post.Selama di RSSA Malang, kondisinya  terus drop hingga menghembuskan nafas terakhir sekitar  pukul 09.00 kemarin.
Supriyadi paman yang tinggal serumah dengan korban mengatakan jika tidak biasanya korban  naik motor. Bahkan, menurut Supriyadi, motor Kawasaki Ninja yang dikendarai keponakannya itu adalah milik teman korban. . “Tadi malam dia tidak pamit kemana, karena saat itu saya menghadiri hajatan,’’ katanya.
Supriyadi sendiri baru tahu, korban mengalami kecelakaan setelah dikabari teman-teman korban. “Ibunya, Nur Hayati baru meninggal belum satu tahun.  Dia itu anaknya baik dan tidak pernah neko-neko,’’ tambahnya.
Di kamar jenazah RSSA Malang, tidak sedikit dari rekan korban  meneteskan air mata. Mereka mengaku sangat kehilangan. “Dia itu teman yang baik, dan sosialnya sangat bagus,’’ kata Usman salah satu teman korban. Di kampus, almarhum sangat aktif mengikuti berbagai kegiatan. “Baik anaknya, itu yang membuat kami kehilangan. Dia teman diskusi yang asyik,’’ tandasnya.(ira/nug)