Suparman Bantai Istri Disamping Anaknya

MALANG POST - Suparman (29) warga Tambak Lumpang RT 1 RW 4 Kelurahan Sukomanunggal, Surabaya membuat heboh warga sekitar, lantaran nekat membantai Fita Tri Megawati (23), istrinya sendiri.
Peristiwa sadis di perkampungan yang jauh dari jalan raya itu sungguh tidak disangka warga sekitar. Sebelum kejadian, Suparman usai menjalankan salat Maghrib menjadi imam di masjid sekitar. "Dia (Suparman) tadi habis pulang dari masjid, tiba-tiba terdengar teriakan minta tolong," kata saksi mata Samsul tetangga rumah tersangka.
Mendengar teriakan, Samsul mencoba melihat di rumah terlihat bercak merah muda. "Saat mau mendekat, Suparman malah  mengancungkan senjata tajam sejenis penghabisan yang ukurannya 30 cm," ungkapnya.
Merasa ada ancaman Samsul kabur untuk melaporkan ke warga serta ketua Rumah Tangga (RT) yang akhirnya laporan dilanjutkan ke polisi. "Polisi tiba dan mengamankan tersangka," ujarnya.
Suparman kemudian dibawa ke Mapolsek Sukomanunggal untuk dimintai keterangan. Sedangkan pihak kepolisian yang dibantu oleh tim identifikasi Polrestabes melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Dalam olah TKP itu, Suparman diketahui masih membiarkan anaknya tetap hidup dan tergeletak di dalam kamar tepat samping sang ibu terlungkup bersimpah darah. "Ketika kita menangkap pelaku, kita baru mengetahui kalau pasca pembunuhan masih ada anaknya yang masih balita," kata Kapolsek Sukomanunggal, Kompol Yulianto, kemarin.
Tim identifikasi saat ini tengah menyelamatkan anak dari pasutri yang baru menikah satu tahun, petugas menitipkan bayi malang tersebut ke Ketua RT setempat bernama Kemis.
Tim Identifikasi Polrestabes mengetahui bahwa Suparman melukai istrinya Fita Tri Megawati hingga mendapatkan 16 luka sabetan senjata tajam sejenis penghabisan. "Korban (Fita) saat dibunuh masih menggunakan kaos berwarna biru, serta mengenakan sarung dengan kondis terlungkup," ungkap Kapolsek Sukomanungal Kompol Yulianto.
Sebanyak 16 luka pada Fita itu, ada di perut mendapatkan tusukan hingga tembus ke punggung, dada kiri ada dua luka, siku kanan, satu luka lengan kiri ada 5 luka sabetan, bibir kiri, paha kiri terdapat luka sobek sepanjang 7 cm, dan terakhir pada bagian payudaranya. "Pada bagian ini (payudara) tersangka benar keji, karena memotong putingnya hingga terlepas," ujarnya.
Tapi tidak hanya itu saja, usai melampiaskan amarahnya, bercak darah yang masih segar pada tubuh Fita, diusap-usapkan ke dinding membentuk setengah lingkaran serta beberapa cap tangan Suparman, Sehingga darah segar berceceran di teras rumah serta kamar.
Usai dari olah TKP, sekitar pukul 23.00 WIB, jenazah Fita dibawa ke kamar mayat RSUD Dr Soetomo, "Untuk pelakunya usai dari Polsek kini dibawa ke Polrestabes guna penyelidikan lebih lanjut," papar mantan Pamen Yanma Polda Jatim.
Polsek Sukomanunggal Surabaya juga mendapatkan keterangan dari beberapa warga, jika Suparman sebelumnya pernah dilaporkan istrinya dalam kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).
Kapolsek Sukomanunggal, Kompol Yulianto menjelaskan Kemis ketua RT  menerangkan Fita pada tanggal 12 Mei 2015 lalu melaporkan  Suparman ke Polsek Asemrowo dalam kasus KDRT. "Tapi ujung dari kasus itu damai, karena Fita mencabut laporannya," kata Yulianto.
Tetapi kasus ini pihak kita masih dalam penyelidikan mengenai motif dari aksi pembunuhannya, namun dugaan sementara adalah Suparman diduga stres sehingga nekad membunuh istrinya. Sedangkan informasi yang diperoleh di sekitar kontrakan rumah, Suparman dulunya bekerja di perusahaan pelayaran namun entah apa penyebabnya bapak  satu anak berusia 6 bulan dan bertubuh kurus ini di-PHK. Akibat pemecatan dan tidak kerja ini  Fita minta pulang ke rumah orang tuanya di Banyuwangi. Diduga permintaan inilah yang mengakibatkan Suparman murka. "Kami juga belum bisa simpulkan pelaku mengalami gangguan jiwa atau tidak. Butuh tes lanjutan untuk memastikannya," tuturnya. (bj/has/udi)