Karyawan Toko Kulit Jadi Otak Pencurian

MALANG – Toko Sumberejeki Jalan Kolonel Sugiono, Kelurahan Gadang yang menjual kain kulit di bobol karyawannya sendiri. Tiga karyawanya menggandakan kunci gudang, sehingga sangat mudah untuk mencuri barang-barang yang ada di gudang.
Hal itu terungkap, setelah  Polsekta Sukun berhasil membongkar kasus pencurian yang dilaporkan tujuh jam sebelumnya. Kelima pelaku yang berhasil ditangkap, WS, 28 tahun, warga Jalan Masjid, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang, MF, 26 tahun, dan DN, 25 tahun, keduanya warga Jalan Janti Utara V, Kota Malang, IM, 46 tahun, waga Jalan Karimunjawa, Kelurahan Kasin, dan SL, 42 tahun, warga Jalan Rajasa, Kelurahan Bumiayu, Kedungkandang. Tiga orang mereka karyawan toko, sedangkan dua lainnya menjadi penadah barang curian.
“Kelima tersangka ini kami tangkap Jumat (25/9) pukul 17.00, atau 7 jam setelah kasus ini dilaporkan oleh korbannya. Tiga merupakan pelaku utama dan dua lainnya adalah penadah barang curian,’’ kata Kapolsekta Sukun Kompol Sutantyo saat  merilis hasil ungkap perkara ini kemarin.
Pelaku utama pencurian adalah WS, MF dan DN. Sedangkan IM dan SL merupakan penadah barang curian. Dari kelima tersangka ini petugas mengamankan barang bukti bukti 10 pcs kulit domba berbagai warna, 13 bendel reselting, puluhan sabuk kulit dan dua jaket kuling.
Dijelaskannya, aksi pencurian ini sudah terjadi sejak Juni  lalu. Adalah WS, yang menjadi otak pencurian. WS merupakan karyawan di toko milik Tutuk Undiantoro, 50 tahun, warga Jalan Kolonel Sugiono, Kelurahan Gadang, Sukun, ini mulai merancang pencurian dengan menggandakan kunci pintu gudang di toko tersebut. WS mengajak MF, yang merupakan mantan karyawan di toko tersebut.
“Pintu gudang digandakan menjadi dua, satu dipegang WS dan satu dipegang MF,’’ tambah Kapolsek.
MF pun mengajak DN sebagai patner untuk melakukan pencurian. DN sendiri  juga bukan orang lain di keluarga Tutuk. Sekalipun bukan karyawan di toko Sumber Rejeki, tapi DN kerap dipanggil keluarga korban untuk menjadi sopir.
“Sejak Juni aksi pencurian ini dilakukan ketiganya. Secara bergantian, ketiganya membobol gudang toko milik korban. Dan terakhir pencurian itu dilakukan Minggu (20/9) lalu,’’ kata Kapolsekta.
Aksi pencurian ini sendiri terungkap berawal dari kecurigaan Tutuk. Minggu (20/9) dia curiga dengan stok kain di gudang toko miliknya yang banyak yang hilang. Pengusutan pun dilakukan. Masing-masing karyawan di toko ini ditanya terkait keberadaan kain-kain yang menjadi bahan jaket kulit tersebut. Hingga akhirnya, Tutuk curiga dengan WS, yang sering berubah jawabannya jika ditanya.
Tapi begitu, WS sendiri tetap tidak mengaku soal pencurian tersebut. Hingga akhirnya, Tutuk pun melapor ke polisi Jumat (25/9) pukul 10.00. “Anggota langsung melakukan penyelidikan, dengan mendatangi TKP. Dari hasil olah TKP dan tidak adanya kerusakan saat pencurian terjadi. Dan dari keterangan saksi diduga kuat WS adalah pelakunya. Dia pun kami tangkap di rumahnya, sore hari setelah kasus ini dilaporkan,’’ tambah Sutanyo.
Begitu juga MF, dia juga mengaku aksinya dilakukan bersama DN. Penyidikan pun berlanjut. Kepada ketiga tersangka ini petugas menanyakan posisi barang curian. Sekalipun sempat berkelit, tapi ketiganya kemudian mengakui, dengan menyebut nama IM dan SL. Hasilnya, petugas pun menangkap IM dan SL di rumahnya. Bahkan, dari tangan dua penadah ini, barang bukti dapat diamankan. “Sebagaian memang sudah ada yang dijual oleh tersangka SL maupun IM,’’ tambah Kapolsek. (ira/aim)