Budak Sabu Asal Turen Dibekuk

MALANG - Mata rantai peredaran narkotika di Kabupaten Malang tidak pernah ada putusnya. Ketika satu tertangkap, selalu muncul bibit baru. Dini hari kemarin, Satuan Reskoba Polres Malang kembali mengamankan seorang budak narkotika jenis sabu-sabu (SS).
Tersangkanya berinisial LM, warga Jalan Pesantren, Turen. Pria berusia 36 tahun ini, diamankan di sekitar Jalan Raya Gedog Turen. Saat itu, LM baru saja transaksi barang haram narkoba.
Dari tangan LM, polisi mengamankan sepoket SS terbungkus plastik dan sebuah pipet kaca. Barang bukti tersebut ditemukan di dalam saku celananya. Saat ini, kasusnya masih terus dikembangkan untuk memburu jaringannya.
"Yang bersangkutan masih kami mintai keterangan. Kami akan terus mengembangkan perkaranya untuk memburu jaringannya," ujar Kasatreskoba Polres Malang, AKP Samsul Hidayat.
Penangkapan LM berawal dari informasi masyarakat. Warga melapor kepada polisi, bahwa di sekitar Jalan Raya Gedog Turen kerap dijadikan tempat transaksi pelaku narkotika. Polisi yang mendapat informasi langsung melakukan penyelidikan.
Hasilnya memang benar. Ketika petugas melakukan pengintaian,  datang LM terlihat sedang menunggu seseorang. Karena gerak-geriknya mencurigakan, petugas lantas mendekatinya.
Awalnya, saat ditanya LM sempat mengelak tuduhan membawa narkotika. Bahkan LM berusaha kabur dan mengelabuhi petugas dengan hendak membuang barang bukti. Polisi keburu menggeledah dan berhasil menemukan sepoket sabu-sabu dalam celananya.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, bersama dengan barang buktinya LM digelandang ke Mapolres Malang. Ia dijerat dengan UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang kedapatan, menyimpan dan memiliki narkotika. Ancaman hukumannya minimal empat  tahun dan maksimal 12 tahun kurungan penjara.
Sekadar diketahui, upaya pemberantasan narkotika di wilayah Kabupaten Malang terus dilakukan. Tidak hanya aparat kepolisian, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Malang giat mencegah dan memberantas narkoba. Caranya selain terus melakukan sosialisasi dan kegiatan advokasi ke sekolah-sekolah, termasuk juga ke kalangan pekerja, instansi pemerintahan serta masyarakat.
Tujuannya agar masyarakat, terutama tokoh agama, tokoh masyarakat serta orangtua, ikut berperan aktif dalam pemberantasan narkotika. Karena diketahui saat ini, peredaran narkoba tidak hanya menyasar ke orang dewasa, tetapi juga anak muda dan pelajar yang menjadi penerus generasi bangsa.(agp/van)