Layangkan Panggilan Kedua Kepada dr.Hardi

MALANG –  Kejaksaan Negeri Kota Malang melayangkan surat panggilan kedua terhadap mantan bos PT Hardlent Medika Husada (HMH) dokter Hardi Soetanto. Pemanggilan kedua ini dilakukan setelah pria 58 tahun, yang diputus bersalah oleh MA ini tidak hadir dalam panggilan pertama.
Demikian ditegaskan  Kasi Intelejen, Kejari Malang Gede Adiaksa kepada wartawan kemarin.Mantan Kasi Pidum Kejari Depok ini mengatakan, seperti panggilan tahap pertama, materi pemanggilan tahap kedua pun sama. Yaitu meminta Hardi datang untuk menjalankan proses hukum yang telah diputuskan.
Gede menguraikan jika pemanggilan ini untuk menuntaskan proses eksekusi terhadap Hardi, Hal ini seiring  pihaknya telah menerima salinan putusan dari Mahkamah Agung (MA), yang memutus Hardi bersalah melanggar pasal 266 KUHP, dengan hukuman enam bulan penjara.
“Setelah ada putusan, dan salinan putusan kami terima, tugas kami pun melakukan ekseskusi. Kalau ekseskusi di panggilan pertama gagal, maka eksekusi tahap dua ini tidak boleh gagal. Kami berharap dokter Hardi koorperatif dan memenuhi panggilan yang dilayangkan,’’ katanya.
Disinggung dengan pihak Hardi yang melakukan perlawanan hukum, dengan mengajukan PK, Gede kembali menegaskan bahwa pengajuan PK tidak menunda ekseskusi. “Monggo kalau mau mengajukan PK, tapi ekseskusi tetap dilakukan. Ini hukumnya wajib lho, tandasnya.
Seperti diberitakan Malang Post,  upaya Kejari Malang melakukan eksekusi terhadap mantan bos PT Hardlent Medika Husada (HMH) dokter Hardi Soetanto, 58 tahun kemarin gagal. Penyebabnya,  Hardi tidak datang memenuhi panggilan Kejari Malang. Dengan ketidakhadiran  ini, maka tim dari Kejari Malang pun melanjutkan dengan pemanggilan tahap ke dua. (ira/nug)