Beraksi di Jalan Soekarno Hatta, Bagi Uang di Singosari

Kasubag Humas Polres Malang Kota AKP Nunung Anggraeni tunjukkan tersangka dan barang bukti  kemarin.

Komplotan Pencuri Modus Pecah Kaca Mobil
MALANG – Sepak terjang Angga Isma Wahyudi, 25 tahun, warga Desa Sumberejo, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan dan Harul Usman, 32 tahun, warga Desa Menyono, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Probolinggo  pelaku pencurian dengan modus pecah kaca mobil berakhir di balik jeruji besi Polres Malang Kota. Keduanya ditangkap petugas Selasa (29/9) siang lalu di halaman Bank Jatim, Kota Malang.
 “Kedua tersangka kami tangkap di halaman Bank Jatim, saat mencari sasaran pencurian. Kasus ini baru kami rilis karena kepentingan penyidikan,’’ kata Kasubag Humas Polres Malang Kota AKP Nunung Anggraeni kemarin.
Ditambahkan, selain dua tersangka ini, masih ada tiga pelaku lain yang saat ini masih dalam pengejaran petugas. “Satu komplotan ini ada lima orang, yaitu AI (Angga Isma Wahyudi), HU (Harul Usman), UD, AB dan AN. Dari pengakuan dua tersangka ini otak pencurian adalah UD,’’ katanya.
Wanita dengan tiga balok di pundak ini menyebutkan, kedua tersangka ini terlibat kasus pencurian uang dengan modus pecah kaca mobil di Jalan Sukarno Hatta (depan toko Puncak Mas) bulan  Desember tahun 2014 lalu.
Awalnya, para pelaku lebih dulu berkumpul di Bank Jatim. Selanjutnya, setelah mengetahui perannya masing-masing, mereka langsung berpencar. “Saya berperan mengawasi korbannya, dan berapa uang yang diambil oleh korban. Saat itu saya terus memantau korbannya,’’ kata Harul.
Di dalam bank, Harul mencari sasaran. Dan saat itulah dia melihat korban sedang menarik uang dengan jumlah banyak. Harul pun berkoordinasi dengan empat rekannya yang lain melalui ponsel. Itu sebabnya, saat korban pergi mengendarai mobil Toyota Kijang Grand Extra Merah  nopol N 382 AJ, para pelaku ini pun langsung membuntutinya.
“Saar mobil parkir di Jalan Sukarno Hatta, kemudian saya langsung memecah kaca dan mengambil uang di dalamnya,’’ kata Angga, yang mengatakan aksi tersebut dilakukannya dengan sangat cepat.Selanjutnya, kelimanya bertemu di salah satu rumah makan di Singosari. Dan di rumah makan inilah, UD membagikan uang hasil curiannya. AI dan HU masing-masing mendapatkan Rp 5 juta. (ira/nug)