Pembunuhan Salim Kancil, Kapolda : Ditanya Jawabannya Tak Oneng

MALANG POST - Kasus pembunuhan Salim dan penganiayaan Tosan terus dikebut penyidik Ditreskrimum Polda Jatim. Pemberkasan perkara itu sudah 90 persen rampung. Penyidik tinggal membutuhkan keterangan Tosan sebagai saksi korban yang saat ini masih tergolek di rumah sakit.
Kapolda Jatim Irjen Anton Setiadji mengatakan penuntutan perkara Haryono Cs tetap sesuai tempat kejadian perkara. Sehingga nantinya jika berkas sudah lengkap, maka para tersangka kasus pembunuhan dan penganiayaan yang kini berjumlah 23 orang akan dibawa lagi ke Lumajang dan dilimpahkan ke Kejari Lumajang.
“Saya rasa tidak ada masalah kalau sidangnya di Lumajang. Soal keamanan nanti saya backup penuh, saya punya tiga ribu lebih personel brimob,” ujar Anton.
Mantan Kapolda Sulawesi Selatan itu mengatakan penanganan kasus Haryono Cs sengaja dibawa ke Polda Jatim hanya karena strategi penyidikan saja. Anton mengaku tahu betul kultur orang Lumajang yang menurutnya kebanyakan telok beluk (Jawa tapi keturunan Madura).
“Kalau itu kalau dijadikan satu di polres, pasti ketika ditanya jawabannya tak oneng (tidak tahu). Makanya kami bawa ke polda dan diperiksa di tempat terpisah,” kata Anton.
Menurut Anton, kini kasus penganiayaan dan pembunuhan itu sudah hampir rampung. Penyidik hanya perlu melengkapi berkas dengan memeriksa Tosan yang kini masih berada di Rumah Sakit Saiful Anwar, Malang.
Selain merampungkan perkara itu, Anton kini juga berkoordinasi dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk perlindungan warga Selok Awar-Awar. Perlindungan perlu diberikan karena masyarakat banyak yang masih ketakutan pasca insiden Sabtu pagi, 26 September.
Anton juga telah berkoordinasi dengan Gubernur Jatim untuk menyikapi potensi konflik pertambangan di sejumlah daerah. Menurut dia, banyak daerah yang kini rentan berpotensi konflik, salah satunya Bojonegoro.  “Saya akan ke Bojonegoro untuk koordinasi dengan kapolres dan bupatinya,” terangnya.
Terpisah, Kompolnas menyebut penyidikan yang dilakukan polisi terhadap kasus pembunuhan maupun tambang ilegal sudah on the track. Komisioner Kompolnas M. Nasser saat dihubungi kemarin mengaku sudah mendapatkan hasil gelar perkara, baik untuk kasus pembunuhan maupun ilegal mining.
“Setelah kami melihat hasil gelar perkaranya, kami memberikan apresiasi terhadap penyidikan dua perkara tersebut,” ujar Nasser.
Salah satu yang positif menurut Nasser ialah, penyidikan polisi juga mengarah pada pelaku-pelaku korporasi yang diduga berkaitan dengan tambang ilegal Haryono. Menurut dia, kini yang perlu dilakukan kompolnas ialah mengawal proses itu hingga dilimpahkan ke penuntutan.(gun/jpg/ary)