Pelaku Diduga Sudah Merencanakan/

MALANG POST - POLISI tidak butuh waktu lama untuk menangkap pelaku pembunuhan. Selang beberapa jam setelah pembunuhan, Tim Buser Polres Malang berhasil menangkap pelakunya. Budiono, dibekuk di rumah kakaknya di Desa Ngadilangkung, Kepanjen.
Saat dibekuk, Budiono tak melakukan perlawanan. Ia langsung menyerah dan pasrah ketika digelandang ke Mapolres Malang. Hingga petang kemarin, Budiono masih menjalani pemeriksaan di Unit Reskrim Polres Malang.
"Pelaku sudah kami amankan, saat ini yang bersangkutan masih diperiksa oleh anggota. Motif sementara karena cemburu," ujar Kasatreskrim Polres Malang, AKP Adam Purbantoro.
Menurutnya, antara pelaku dengan korban sebelumnya sudah saling kenal. Budiono menghabisi nyawa Didik  karena terbakar api cemburu. Sekitar bulan Mei 2015 lalu, korban diketahui pernah membawa kabur istri tersangka. Namun dimana keberadaan istri tersangka, sampai saat ini tidak diketahui.
"Pembunuhannya sudah direncanakan. Pelaku sudah lama menaruh dendam pada korban. Karenanya ia kami jerat dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, ancaman hukumannya 20 tahun kurungan penjara atau seumur hidup," jelasnya.
Untuk saksi Sugeng yang mengantarkan ? Adam menjelaskan, kalau Sugeng hanya sebatas saksi saja. Sugeng sama sekali tidak terlibat dalam pembunuhan. Sugeng juga tidak tahu kalau Budiono yang diantarkannya itu sedang  merencanakan pembunuhan.
"Saksi Sugeng hanya diminta untuk mencarikan alamat rumah korban. Ia dijanjikan uang Rp 1 juta untuk mencarikan alamatnya. Bahkan saat kejadian, Sugeng sempat berusaha menghalangi pelaku namun justru malah diserang hingga membuatnya kabur," terang mantan Kasatreskrim Polres Malang Kota ini.
Soal tersangka Budiono yang mengetahui korban ada di rumah, apakah ada pelaku lain? Adam mengatakan kalau pihaknya masih menyelidikinya. Karena saat ini, pelaku masih terus menjalani pemeriksaan. "Masih belum tahu, kami masih mengembangkannya," katanya.(agp/van)