Tak Tutupi keterlibatan Polisi

MALANG – Jajaran kepolisian terus maksimal menangani kasus pembunuhan Salim Kancil dan penganiayaan Tosan terkait penambangan pasir liar di Desa Selok Awar-Awar Kecamatan Pasirian  Kabupaten  Lumajang. Sampai saat ini, pihak Polda Jatim sudah menangkap 33 orang. Yaitu 24 pelaku pembunuhan Salim Kancil dan penganiayaan Tosan,  dan  sisanya adalah pelaku penambangan liar.
‘’Kami tidak akan memberikan toleransi terhadap para pelaku. Termasuk jika ada anggota Polri yang terlibat dalam masalah ini,’’ tegas Kepala Divisi ( Kadiv) Humas Mabes Polri Irjen Pol Anton Charliyan saat menjenguk Tosan di  ruang 12 RS Saiful Anwar (RSSA) Malang hari Minggu 4 Oktober  kemarin.
Ditambahkan,  ada tiga anggota Polri telah diperiksa oleh Bidang  Propam Polda Jatim terkait kasus ini. Ketiganya diduga menjadi beking  dan menerima suap dari penambangan pasir liar oleh warga. “Kalau memang ketiganya terbukti terlibat dalam kasus ini, kami tidak akan membela. Sanksinya jelas, jika tingkat kesalahannya sangat fatal mereka langsung dipecat.Kami tidak akan menutup-nutupi kesalahan anggota,’’serunya.
Anton Charliyan  yang datang mewakili Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti menyatakan jumlah tersangka dipastikan  terus  bertambah.  Pasalnya,  ada beberapa pelaku kabur yakni  setelah mereka melakukan pembunuhan dan penganiayaan kepada Tosan. “Proses penyidikan terus berjalan. Kami masih terus melakukan pengembangan. Kami berusaha menuntaskan kasus ini sampai ke akarnya.  Siapapun dalangnya jika kami memiliki bukti kuat langsung kami tangkap dan tahan. Jika semuanya selesai,kami  akan mengekspos  ke media.Tanpa ditutup-tutupi,’’  tandas perwira tinggi Polri yang membawa oleh-oleh paket buah untuk Tosan.
Bagaimana kondisi Tosan? Anton mengatakan jika kondisi  pria malang  tersebut  telah berangsur baik. Bahkan, saat dijenguk Tosan yang masih menggunakan alat bantu pernafasan di mulutnya ini sudah bisa bercanda. “Tadi sudah bercanda, ya kami bersyukur karena kondisi Pak Tosan sudah membaik,’’ katanya didampingi Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Argo Yuwono dan Kapolres Malang Kota AKBP Singgamata.
Ari Ariyati istri Tosan membenarkan kondisi suaminya berangsur pulih. Tosan sudah bisa melambaikan tangan dan mengangkat dua jempolnya saat ada yang menjenguk. Bukan itu saja, Tosan juga bisa berbicara meskipun tidak banyak. “Masih pakai alat bantu pernafasan. Tim medis juga belum berani memindah ruangan. Tapi yang jelas kondisinya semakin membaik,’’ katanya.
Wanita berjilbab ini  berharap, suaminya cepat pulih, sehingga cepat pulang ke rumahnya. Sekalipun masih sangat trauma dengan peristiwa penganiayaan yang menimpa sang suami, tapi Ari ini kembali menjalani hidup dengan normal, yaitu dengan kembali ke rumah. “Doanya ya, semoga pak Tosan cepat sembuh dan cepat pulang,’’ tandasnya.
 Bupati Lumajang  Asat Malik kemarin juga datang menjenguk Tosan. Seperti tokoh lain yang sudah datang, Asat juga tidak berlama-lama berada di ruang 12 tempat Tosan dirawat.Asat yang dua periode sebelumnya menjadi wakil Bupati Lumajang, mengatakan sangat prihatin dengan kasus ini. Tapi begitu, pihaknya pun menjanjikan biaya sekolah gratis untuk anak Salim Kancil dan Tosan. “Pemerintah akan menanggung biaya sekolah dari anak-anak Salim Kancil dan Tosan. Sehingga tidak perlu kawatir lagi soal biaya sekolah,’’ katanya.
Disinggung dengan proyek penambangan di wilayah Kabupaten Lumajang, Asat pun mengatakan masih dalam tahap inventarisir. Tapi begitu, dalam proses pendataan ini semua tambang telah ditutup. “Tidak ada lagi proses penambangan. Ditutup semuanya,’’ urainya.
Sementara untuk status Kades Selok Awar-Awar, Asat mengatakan masih menunggu proses hukum. Saat ini, prosesnya masih ditangani kepolisian. “Kami bertindak setelah ada putusan hukum tetap. Sementara ini ya menunggu,’’ tandasnya. (ira/nug)