Santri Asal Kaltim Dilindas Truk Gandeng

DIAMANKAN : Truk gandeng Nopol N 9209 GE  diamankan petugas unit laka Polres Malang Kota. Dan, pengemudi truk Nur Roji.

MALANG – Jalan Raya LA Sucipto kembali meminta tumbal. Siang kemarin, Muhammad Jurais Rajab, 19 tahun, asal Jalan Dr Murjani II, Tanjung Redeb, Berau, Kalimantan Timur, tewas dengan kondisi  mengenaskan.
 Kepala santri salah satu Pondok Pesantren di Desa Sumberpasir, Pakis, ini mengalami luka parah, setelah terlindas roda truk gandeng bermuatan tebu di jalan tersebut. Dia meninggal di TKP.  Kasus kecelakaan ini langsung ditangani oleh unit Laka Polres Malang Kota.
Informasi yang berhasil dihimpun Malang Post menyebutkan  kecelakaan tersebut terjadi saat Jurais mengendarai motor Honda Vario nopol N 2448 GE. Berboncengan dengan Arif Imron, 19 tahun, warga Dusun Ngebruk RT02 RW07, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, teman satu pondoknya korban melajukan motor dari arah barat ke timur.
Kendati arus kendaraan sangat padat, namun Jurais terus melajukan motornya dengan kencang. Bahkan, beberapa kali dia terlihat mendahului kendaraan.
Tidak terkecuali di TKP yang tepat berada di depan sekolah SDN 4 Blimbing. Saat itu dengan kecepatan tinggi, Jurais berusaha mendahului kendaraan yang melaju di depannya.
“Dari keterangan saksi, saat itu korban melaju dari arah Barat ke Timur, dan hendak mendahului kendaraan di depannya. Tapi dari arah berlawanan muncul truk nopol N 9209 GE gandengn bermuatan tebu dikemudikan oleh Nur Roji, 57 tahun, warga Jalan A Yani, Sukopuro, Jabung,’’ kata Kanit Laka Polres Malang Kota Ipda Budi Yoenaedi.
Kontan  Jurais merasa kaget. Kondisi jalan yang sempit membuat Jurais tidak bisa mengendalikan laju motornya. “Motor tersangka sempat menabrak papan menyebrang jalan yang terpasang di depan SD,’’ kata Junaedi panggilan akrab Budi Yoenaedi. Laju motor kian tidak bisa dikendalikan saat Jurais berusaha mengerem dengan secara mendadak. Akibatnya, motor matic warna merah inipun jatuh.
Apes, saat itu Jurais yang mengendarai motor terlempar ke kanan. Dan bersamaan dengan truk gandeng melaju dari arah berlawanan. “Motor jatuh ke kiri, sedangkan yang dibonceng melompat ke kiri, sementara Jurais terlempar ke kanan, yang bersamaan saat itu melaju truk gandeng mengankut tebu,’’ tambah Junaidi. Tubuh Jurais pun langsung dilindas roda gandengan truk bagian kanan.
Sementara Nur Roji pengemudi truk gandeng bermuatan tebu mengatakan jika dirinya sangat berhati-hati saat mengendarai truknya. Bahkan, saat itu laju truk juga sangat pelan. “Saya membawa muatan lebih dari 35 ton. Jelas truk tidak bisa melaju kencang, dan saya sudah sangat berhati-hati saat itu,’’ kata Roji.
Dia juga mengaku sempat melihat Rojais mengendarai motornya. Bahkan, di spion, Roji juga sempat melihat motor korban jatuh. Roji sendiri langsung keluar. Dia pun mengaku sangat shok, pengendara motor terlindas roda truk gandeng yang dikemudikannya. “Kaget, saya tidak menyangka jika terjadi kecelakaan seperti ini,’’ katanya. (ira/nug)