Dua Spesialis Pembuat Emas Palsu Dibekuk

MALANG POST - Dua spesialis pembuat emas palsu dibekuk. Dua warga Situbondo, Mat Sari (28) dan Hendi (40) diamankan setelah menipu Ruslin (34) warga Dusun/Desa Klurak Kecamatan Candi, Sidoarjo.
Dari tersangka, polisi berhasil mengamankan barang bukti tiga buah gelang emas, satu rangkaian alat pembuat atau penyepuh emas palsu, satu buah tembaga untuk campuran dengan panjang 1,5 meter dan satu buah surat tanda pembelian emas.
Kasatreskrim Polres Sidoarjo AKP Ayub Diponegoro Azhar mengatakan, keduanya diamankan atas laporan korban. Setelah dikembangkan, akhirnya polisi mengamankan keduanya saat pulang ke rumahnya. "Sebelumnya, kami sempat kesulitan karena keduanya melarikan diri ke luar kota. Namun, setelah kami dapat informasi keduanya pulang ke rumah langsung kami amankan," kata AKP Ayub kepada wartawan, Selasa (6/10/2015).
Dari hasil pemeriksaan, keduanya melalui teman korban yakni U, menawarkan tiga gelang emas dengan harga Rp 4 juta dengan dalih beratnya 15 gram. Tersangka berjanji akan menebus gelang tersebut dengan jangka waktu dua minggu. "Karena dirasa murah, korban langsung menerima tawaran tersangka dan menyerahkan uangnya," jelasnya.
Namun, setelah  dua minggu ditunggu rupanya tersangka tak kunjung menebus dua gelang tersebut. Alhasil, korban berniat untuk menjual gelang tersangka ke toko emas. Korban justru kaget saat mengetahui dua gelang itu ternyata palsu dan tidak laku dijual. "Dari hasil pemeriksaan, keduanya memang sudah membuat emas palsu sejak 8 bulan terakhir," imbuhnya.
Mereka, jelas Ayub, melebur gelang emas yang diperkirakan memiliki berat 2 gram. Setelah itu gelang emas dilebur dan dicampur dengan leburan tembaga. Setelah itu, dua leburan dicampur menjadi satu dengan alat penyepuh emas. "Setiap tiga gelang emas palsu itu, kedua tersangka bisa meraup untung Rp 2-3 juta. Sebab, modal yang mereka keluarkan untuk membuat tiga gelang emas hanya Rp 1 juta," tambahnya.
Mantan Kasatreskrim Polres Gresik itu menambahkan, keduanya sudah beraksi di beberapa kota. Menurutnya, dua tersangka itu pernah menjual emas palsu di Manado Sulawesi Utara dan meraup untung Rp 42 juta. Keduanya juga mengaku pernah menjual di Purwodadi Pasuruan dan meraup untung Rp 31 juta.
"Kasus ini masih akan kami kembangkan lagi. Sebab untuk nilai kerugian sedikit hanya Sidoarjo yang terungkap. Dugaan kami masih banyak tkp lainnya,  tersangka akan kami jerat denagn pasal 378 KUHP dengan ancaman penjara paling lama 4 tahun," tandasnya.
Sementara Mat Sari mengaku hasil penjualan atau penggadaian emas palsu itu dibagi rata dengan Hendi. Menurutnya, hasil itu digunakan untuk membiayai kebutuhan anak dan istrinya. Ia mengaku memiliki satu anak, sedangkan Hendi memiliki tiga anak.
"Hasilnya pasti kami bagi rata, terus kami bagikan untuk keluarga. Kalau saya sebagaian untuk membayar cicilan mobil pick up juga untuk membayar sekolah anak," aku pria yang pernah menjadi TKI di Malaysia. (det/bj/udi)