Dikeluarkan, Dua Siswa Bobol SMP Negeri 10

MALANG – Dua siswa nekat membobol dan membakar dokumen penting milik SMP Negeri 10 Senin (5/10) malam lalu. Keduanya sudah ditangkap oleh Petugas Polsek Kedungkandang, kemarin sore. Aksi ini dipicu kekecewaan, lantaran salah satu siswa dikeluarkan oleh pihak sekolah.
Kedua siswa kelas II itu, nekat masuk sekolah pada Senin (5/10/15) malam lalu, sekitar pukul 23.00 WIB. Pelaku yang masih di bawah umur ini, merupakan warga Sukun sebut saja si A dan juga warga Buring sebut si B. Si A dikeluarkan dari sekolah sejak beberapa waktu lalu, sedangkan si B merupakan teman A yang turut membantu aksi A.
Kronologisnya, A dan B mendatangi sekolahnya pukul 23.00 WIB. Kemudian, mereka berhasil masuk sekolah dan langsung menuju ruangan tempat dokumen penting. Diperkirakan, kedua pelaku itu masuk ruangan melalui jendela dengan cara merusaknya. Setelah masuk ruangan, barulah dokumen-dokumen penting dibakar.
Kejadian tersebut diketahui pihak sekolah, Selasa (6/10/15) pagi kemarin. Panik, kemudian siang harinya sekitar pukul 12.00 WIB, pihak sekolah melaporkan ke Polsek Kedungkandang. Polisi datang ke lokasi untuk melakukan olah TKP dan memanggil seluruh saksi untuk diperiksa. Selang empat jam atau sekitar pukul 16.00 WIB, polisi berhasil menangkap kedua pelaku.
B ditangkap di rumahnya yang ada di kawasan Buring, sedangkan A ditangkap saat kembali ke sekolah untuk mengambil berkas-berkas pindahannya.
Kapolsek Kedungkandang, I Putu Mataram membenarkan tentang kejadian Senin malam di SMP Negeri 10 Malang itu. Menurutnya, pelaku masuk secara diam-diam ke ruangan penting di sekolah tersebut. Kemudian, merusak barang-barang inventaris sekolah.
"Benar, kejadian Senin jam 23.00 WIB. Pelaku sudah kami tahan," jelas Putu yang sedang sakit.
Ia mengatakan, kalau kasus ini pun dilimpahkan ke unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Malang Kota karena pelaku masih tergolong di bawah umur. "Kasus ini kami limpahkan ke PPA karena pelaku masih di bawah umur," tegasnya.
Sementara dua pelaku ditahan di Mapolsek Kedungkandang hingga pukul 21.30 WIB hingga akhirnya dilimpahkan ke unit PPA Polres Malang Kota. Selama ditahan, kedua siswa itu ditunggui oleh pihak keluarga. Kakak laki-laki dari B membenarkan, kalau adiknya ditahan karena berulah di sekolah. Pria berambut pendek yang enggan menyebutkan namanya ini, mengatakan kalau adiknya memang pernah memiliki masalah dengan pihak sekolah.
"Dulu memang pernah ada masalah, namun sudah selesai. Tidak tahu kalau ada masalah lagi. Ini saya juga baru dapat kabar waktu saya pulang kerja tadi (kemarin)," kata pria yang enggan menyebut namanya itu.
Ia menyatakan, kalau selama ini adiknya tidak pernah bercerita tentang masalahnya di sekolah.
Sementara kondisi sekolah tadi malam (6/10/15), terkunci tanpa penjagaan. Dipanggil-panggil, pihak tidak ada jawaban. Pos satpam yang berada di gerbang barat kosong dan gelap tanpa pencahayaan.
Kepala Sekolah SMP Negeri 10 Malang, Pandi, saat dikonfirmasi melalui ponselnya enggan memberi komentar terkait motif sekolah mengeluarkan siswanya. Ia berdalih sedang menyetir mobilnya dan tak bisa berkomentar banyak. Hingga durasi 1 menit 19 detik, Pandi hanya menyatakan kalau ia sedang menyetir. "Ini saya sedang menyetir mobil mas, masih menyetir mobil," katanya berulang-ulang ketika ditanyai mengenai kasus ini.(erz/agp/ary)