Pasang Gambar Palu Arit Diamankan Polisi

MALANG POST - Gara-gara gambar palu arit yang terpasang di dinding kamar kosnya, Pnd harus berurusan dengan polisi. Namun, Pnd (19), mahasiswa yang diamankan polisi ini membantah sebagai pemilik gambar tersebut. Dia mengaku gambar itu merupakan milik teman dari rekan satu kamar kosnya. "Gambar itu milik temannya Yoga yang bernama Adi. Yoga itu teman satu kamar saya," kata Pnd, Rabu (7/10/2015).
Bukan hanya Pnd, 9 mahasiswa penghuni rumah kos yang berada di Jl Karimata, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari itu, juga dibawa ke Mapolres Jember, untuk dimintai keterangan. "Saya tadi malam dimintai keterangan mulai pukul 7.30 sampai sekitar pukul 01.30 dini hari," kata Pnd.
Sedangkan teman satu kamarnya, Yoga, tidak berada di tempat ketika polisi datang. "Kebetulan Yoga sejak sore sudah keluar. Jadi ketika polisi datang dia memang tidak ada di tempat kos," ujar Pnd.
Mahasiswa semester pertama di sebuah perguruan tinggi swasta di Jember itu lalu menceritakan bagaimana ihwal terpasangnya gambar palu arit di dinding kamar kosnya. "Sekitar 8 hari lalu, ada temannya Yoga bernama Adi datang ke tempat kos saya. Dia membawa banyak barang-barang karena kontrakannya habis. Diantara barang-barang yang dibawa ya gambar palu arit itu," kata Pnd.
Pemuda asal Desa Balung Lor, kecamatan Balung itu mengaku sama sekali tidak menyangka kalau gambar palu arit itu akan menimbulkan masalah. Bahkan dia awalnya tidak tahu kalau banner itu bergambar palu arit. Pasalnya, gagang dari gambar palu berbentuk tulisan 'Shelter 131'.
Lalu, siapa yang memasang gambar itu di dinding kamar? "Saya tidak tahu, beberapa hari lalu sewaktu saya pulang kuliah gambar itu tiba-tiba sudah terpasang. Karena saya tidak tahu gambar itu merupakan simbol komunisme, ya saya biarkan saja," kenang Pnd.
Mengenai tulisan 'Shelter 131' menurut Pnd itu merupakan nama komunitas anak band yang beraliran Heavy Metal. Bahkan komunitas itu telah menciptakan dua lagu, dengan judul Legenda Palu Arit dan Munir. "Mengenai isi syair di lagu itu saya tidak tahu karena lagunya kayak orang teriak-teriak tidak jelas," ujarnya.
Ketika ditanya apakah  teman satu kamarnya, Yoga, merupakan aktifis kampus, Pnd juga membantahnya. Menurut dia, Yoga sama dengan dirinya, mahasiswa yang sedang menempuh kuliah dan tidak tertarik dengan aktifitas politik. "Sama dengan saya, paling pulang kuliah ya ngobrol dengan teman-teman, ngopi, ya begitulah. Kami tidak tertarik dengan aktifitas yang berbau politik," tegas Pnd.
Mengenai sosok teman Yoga yang bernama Adi, Pnd mengaku tidak tahu persis. Dia hanya tahu Adi merupakan mahasiswa di sebuah perguruan tinggi negeri di Jember. "Dia mahasiswa lama, saya sendiri juga tidak tahu apakah dia sudah lulus atau belum, yang tahu persis Yoga, karena memang dia temannya Yoga," tukas Pnd.
Meski telah selesai dimintai keterangan, Pnd belum diperbolehkan pulang. Demikian juga dengan 9 teman Pnd yang tadi malam ikut dibawa ke Mapolres Jember. Mereka harus tetap berada di Mapolres Jember menunggu perkembangan lebih lanjut. "Masih menunggu petunjuk dari Kasat," kata penyidik saat ditemui terpisah. (bj/dtc/udi)