Jaksa Berhasil Eksekusi Paksa dr Hardi

MALANG –  Tim eksekutor  Kejaksaan Negeri (Kejari) Malang negeri Kota Malang akhirnya berhasil mengeksekusi dr Hardi Soetanto kemarin. Eksekusi mantan bos PT Hardlent Medika Husada (HMH) ini dilakukan pihak Kejari Malang, tidak lama setelah Hardi mengikuti sidang perdana Peninjauan Kembali (PK) atas putusan bersalah yang dijatuhkan Mahkamah Agung (MA) di PN Malang kemarin.
Saat itu JPU Wanto Karyono SH, jaksa eksekutor langsung melayangkan surat eksekusi kepada Sudiman Sidabukke SH penasihat hukum dr Hardi yang masih berada di mejanya, usai sidang PK  dilaksanakan.  Surat itu membuat Sidabuke terkejut. Dengan wajah memerah, Sidabuke menghardik tim eksekutor untuk menunggu di luar ruang sidang.
Namun begitu, hardikan Sidabuke tidak diindahkan oleh Jaksa eksekutor. Terbukti tim jaksa eksekutor kembali menyerahkan surat eksekusi kepada Sidabuke. Alhasil kericuhan pun terjadi. Di ruang tunggu sidang PN Malang, Sidabuke tetap menolak kliennya ditahan. Dengan nada meninggi Sidabuke menuduh tim jaksa eksekutor tidak mengerti aturan KUHAP. "Anda tahu aturan KUHAP tidak," tudingnya kepada dua jaksa itu.
Sidabukke terus ngotot, jika bahwa pihaknya hanya menerima salinan putusan MA terkait pasal 263 KUHP atau pemalsuan surat. Sementara salinan putusan MA yang saat ini terkait putusan pasal 266 KUHP.
Bukan itu saja, yang membuat Sidabuke terus menolak eksekusi adalah kondisi Hardi yang kurang sehat. Ya, kemarin saat mengikuti sidang perdana di PN Malang untuk PK putusan MA, Hardi datang menggunakan kursi roda. Wajahnya terlihat pucat, dan badannya juga sangat kurus. Bahkan, pria yang dihadirkan oleh tim penasihat hukum ini datang menggunakan Ambulance RS Premier Surabaya dengan nopol L 948 A.
 Namun begitu, kondisi tersebut tidak membuat tim jaksa eksekutor urung melakukan eksekusi. Maklum, hal ini karena sebelumnya tim kejaksaan sudah melayangkan dua panggilan kepada dr Hardi dan tidak satupun yang ditanggapi.
“Kami hanya menjalankan tugas, untuk melakukan eksekusi,’’ kata Kasipidum Kejari Malang Moh Iryan SH yang kemarin juga terlihat di PN Malang. Bahkan Iryan juga meminta Sidabuke dan timnya untuk kooperatif. Bukan itu saja, Iryan juga mengajak Sidabuke dan Hardi untuk ke LP Lowokwaru.
Kehadiran Iryan saat itu sedikit melunakkan hati Sidabukke. Terlebih saat itu, polisi juga berdatangan. Sehingga tanpa membantah lagi, menuruti permintaan jaksa. Hardi yang kondisinya kuran sehat langsung dimasukkan ambulance. Kemudian dengan kawalan anggota polisi, dan petugas kejaksaan dan tim medis dari LP Lowokwaru yang sengaja di datangkan menggiring Hardi menuju ke LP Lowokwaru.
Pukul 14.40, Hardi masuk LP Lowokwaru. Saat masuk LP mantan suami Valentina ini mengenakan cairan vitamin di tangan dan tabung oksigen kecil.
Sementara itu Sudiman Sidabukke SH saat dikonfirmasi mengaku tidak terima. Kepada wartawan Sidabukke mengatakan ada yang disembunyikan dari amar putusan. Bahkan, dia pun mengancam akan melapor ke Kejagung, Kejati, Komnas HAM dan lain-lain. (ira/aim)