Lagi, Polisi Bekuk Pengedar Sabu

Tersangka Wedhi Farmanto dan HU Fingky Saputra bersama  barang bukti

MALANG- Polres Malang terus memotong mata rantai peredaran narkoba. Selasa lalu, Satuan Reskoba Polres Malang menangkap dua pengedar serbuk putih sabu-sabu (SS). Polisi mengamankan barang bukti berupa  SS seberat 37 gram.
Kedua tersangka yang diamankan adalah  Wedhi Farmanto, 41 tahun, warga Desa Karangpandan, Kecamatan Pakisaji. Dan HU Fingky Saputra, 30 tahun, warga Dusun Tambakasri Wetan, Desa Sidoasri, Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Mereka ditangkap secara terpisah di dua tempat yang berbeda.
Wakapolres Malang, Kompol Arief Mukti Surya Adhi Sabara mengatakan, penangkapan kedua bandar narkotika ini berawal dari informasi masyarakat. Warga melaporkan kalau di sebuah rumah kontrakan di Desa Karangpandan, Pakisaji kerap dijadikan lokasi transaksi narkoba.
Untuk membuktikan kebenaran informasi itu, polisi lalu melakukan observasi. Yaitu melakukan penyelidikan, penyamaran serta pembelian secara terselubung. Hasilnya memang benar, Wedhi mengedarkan narkotika jenis sabu-sabu. Polisi pun langsung menangkapnya dan mengamankan beberapa barang bukti.
"Kali pertama yang kami tangkap adalah Wedhi di rumah kontrakannya. Dari tangannya kami mengamankan tiga poket SS dibungkus plastik transparan dengan berat total sebanyak 31 gram. Selain itu juga mengamankan timbangan elektrik serta seperangkat alat hisap SS," ujar Arief Mukti Surya Adhi Sabara.
Dari penangkapan Wedhi, polisi lalu mengembangkan kasusnya dengan menangkap HU Fingky Saputra. Ia dibekuk di tempat kosnya di Desa Karangpandan, Pakisaji. Dari tangan Fingky, polisi mengamankan lima poket SS seberat 6 gram, termasuk peralatan hisap SS.
"Kedua tersangka ini, kami jerat dengan pasal 114 ayat 1 Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Ancaman hukumannya minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun kurungan penjara," tegas perwira dengan satu melati di pundak ini.
Sementara itu, dalam pemeriksaan penyidik,  tersangka Fingky mengaku barang haram tersebut dibeli dari Wedhi. Satu gram dibeli dengan harga Rp 1,4 juta. Kemudian dijadikan beberapa poket untuk dijual lagi, sepoketnya seharga Rp 200 ribu. Fingky mengatakan sudah dua bulan ini menggeluti bisnis haram SS.
Sedangkan Wedhi, mengaku mendapat pasokan SS dari seorang temannya berinisial C, warga Kota Malang seharga Rp 1,2 juta per satu gram. Selanjutnya dijual kepada Fingky seharga Rp 1,4 juta. "Untuk kasusnya saat ini masih kami kembangkan untuk memburu jaringan lainnya," katanya.(agp/van)